Senin, 06 Apr 2020

    Pembangunan Pariwisata Danau Toba Berkelanjutan

    IT Del Laguboti - CELTH Tandatangani Nota Kesepahaman 

    redaksisib Senin, 16 Maret 2020 19:53 WIB
    SIB/Dok

    FOTO BERSAMA : Menteri Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pembina Del Luhut Binsar Panjaitan, Rektor IT Del Laguboti Togar Simatupang dan Perwakilan CELTH Belanda, foto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman,Kamis (12/3).

    Toba (SIB)
    Guna mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya pariwisata Danau Toba, Institut Teknologi (IT) Del Laguboti dan Pusat Keunggulan Belanda dalam Bidang Hiburan, Pariwisata dan Perhotelan (CELTH), menandatangani nota kesepahaman, Kamis (12/3).

    Penandatangan ini, disaksikan Menko Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Panjaitan pada saat rangkaian seminar tentang pariwisata berkelanjutan dan kualitas air di Danau Toba, yang diselenggarakan IT Del Laguboti, di Kabupaten Toba, yang bertepatan juga dengan kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba.

    Nota kesepahaman ini dilakukan sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menciptakan destinasi wisata baru. Kerjasama Indonesia dan Belanda untuk pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan dan tangguh, dibentuk dengan menggunakan konsep Living Laboratorium.

    Konsep Living Lab itu sendiri, menggabungkan kekuatan dari lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian dari kedua negara bekerja sama dengan komunitas lokal, pengusaha dan pemerintah.

    Untuk mendukung pengembangan Danau Toba, Living Lab memiliki fokus jangka panjang dengan pembelajaran yang berorientasi pada tindakan, berdasarkan eksperimen yang diambil dari kehidupan nyata.

    Sebagai kick-off dari Living Lab, pada minggu ini diselenggarakan workshop di Tuktuk, Danau Toba yang difasilitasi oleh CELTH. CELTH merupakan kerja sama antara tiga Universitas Ilmu Terapan di Belanda, ,antara lain Universitas Ilmu Terapan Breda, Universitas Ilmu Terapan NHL Stenden dan Universitas Ilmu Terapan HZ. Ketiga universitas tersebut bergabung untuk melakukan penelitian kolaboratif dalam kerja sama yang erat dengan universitas riset di Belanda yaitu Universitas Wageningen, Universitas Groningen dan Universitas Tilburg.

    Pada acara yang diselenggarakan selama dua hari ini, pemangku kepentingan dari kelompok masyarakat, komunitas maupun individu serta pemerintah daerah membahas skenario masa depan untuk Danau Toba sebagai tujuan wisata berkelanjutan.
    Pada acara workshop ini, kebutuhan lokal mengenai pengembangan pengetahuan dan keterampilan diidentifikasi yang selanjutnya akan berfungsi sebagai masukan untuk agenda Living Lab di tahun-tahun mendatang.

    Fase awal Living Lab akan dikerjakan dalam tiga tahun dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT DEL, CELTH dan mitranya, lembaga universitas, Wise Steps Foundation. (rel/H01/d)

    T#gs
    Berita Terkait
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments