Rabu, 08 Jul 2020
  • Home
  • Pendidikan
  • Gubernur Sumut: Jadikan Mahasiswa Jujur dan Jangan Ajari Berbuat Curang

Gubernur Sumut: Jadikan Mahasiswa Jujur dan Jangan Ajari Berbuat Curang

bantors Senin, 21 Oktober 2019 21:04 WIB
SIB/Dok
CENDRAMATA: Gubsu Edy Rahmayadi menerima cendramata berupa lukisan dari ITM di Medan, Sabtu (19/10).
Medan (SIB) -Jika tak ingin punah dan hanya tinggal nama, perguruan tinggi harus mengikuti semua peraturan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi maupun BAN PT . Di antaranya UU Pendidikan Tinggi, UU Insinyur, Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) , Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan yang tak kalah pentingnya adalah Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

"Institut Teknologi Medan (ITM) mengakomodir hal tersebut dengan terus memperbaiki manajemen internal, membuat KKNI, dan terus membenahi sistem Penjaminan Mutu Internal untuk menghadapi Penjaminan Mutu Eksternal yang akan dilakukan audit oleh Lembaga Akreditasi Mandiri. Hingga sampai saat ini ITM tetap eksis sebagai PTS yang diakui dan mendapat tempat di masyarakat," kata Rektor ITM Dr Ir Mahrizal Masri MT pada wisuda 527 alumni di Convention Hall Tiara Medan, Sabtu (19/10).

"Bidang penelitian ITM memenangkan hibah penelitian berbagai penelitian Dikti yaitu hibah bersaing, hibah dosen pemula, hibah fundamental, hibah program kreativitas mahasiswa (PKM) , total dana yang diraih 3 tahun terakhir sekitar Rp 1,7 miliar .Total untuk pengabdian masyarakat dari hibah Dikti Rp 500 juta," jelas rektor.

Kepada alumni, rektor berpesan untuk terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Karena aturan yang diluncurkan menuntut saudara bersaing dengan pencari kerja lainnya.

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Sosial Dwiwarna Cemerlang SE pada wisudawan berharap terus mengembangkan diri. Jangan jadi penonton di negeri sendiri yang dikendalikan pekerja asing, tetapi jadilah penentu kebijakan untuk menentukan nasib bangsa ke depan.

Hadir di sana, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi , ketua panitia/ Wakil Rektor I Dr Ir H Hermansyah. Pada kesempatan itu juga ketua yayasan menyerahkan piagam penghargaan pada Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi mengatakan, sarjana haruslah berbuat sesuatu, terutama bagi kemajuan Sumatera Utara. Membangun Sumut bisa dilakukan dengan inovasi dan mengembangkan kreativitas. Kemampuan mahasiswa teknik harus dimanfaatkan untuk membangun Sumut. Apalagi, beberapa waktu ke depan, Sumut memiliki banyak rencana pembangunan", ujarnya.

Para sarjana haruslah berkontribusi dalam pembangunan tersebut. Serta merancang sendiri pembangunan yang dibutuhkan. "Saya tahu sarjana-sarjana ini pintar-pintar, apalagi kuliahnya di jurusan teknik, pasti bisa merancang (pembangunan) ," kata Edy.

Selain itu, kata Edy, membangun watak pribadi juga harus dilakukan anak-anak Sumut, khususnya para sarjana. Terutama tentang moral dan kejujuran. Seperti negara Jepang dan Finlandia yang maju karena tertanam sikap kejujuran dalam kehidupan masyarakatnya.

"Mulailah langkah pertama dengan kejujuran, ayolah kita jujur sehingga berkurang penghuni penjara kita".

Inilah gunanya dosen, bikin mahasiswa ini jujur dan jangan ajari mahasiswa berbuat curang. Kata guru saya dulu", guru kencing berdiri, murid kencing berlari," kata Gubsu.(M01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments