Kamis, 13 Agu 2020

Dekan FKIP Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, Drs TB Pakpahan MPd :

Ilmu Tanpa Amal, Bagai Pohon tak Berbuah

* UNITA Didirikan Dengan Semangat yang Luar Biasa dan Hati Besar untuk Menyelamatkan SDM di Tapanuli
Jumat, 21 Agustus 2015 12:14 WIB
SIB/Eben Ezer Pakpahan
BERIKAN PENGARAHAN: Dekan Fakultas KIP, Drs TB Pakpahan MPd, berikan pengarahan kepada para alumni, usai acara pelepasan yudisium 226 Mahasiswa/i Fakultas KIP, di Auditorium Kampus UNITA, Desa Silangit, Sabtu (15/8).
Silangit (SIB)- Pelepasan Yudisium 226 mahasiswa/i Fakultas KIP (Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) di Auditorium Kampus Bumi Pendidikan, Desa Silangit, Kecamatan Siborongborong, Taput, Sabtu (15/8), mengangkat tema "Ilmu Tanpa Amal, Bagaikan Pohon yang tak Berbuah".

Kata-kata itu diharapkan jadi pegangan bagi seorang yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan (SPd) atau guru. Dimanapun berada dia harus mampu menerapkan pengetahuannya kepada masyarakat luas, tegas Dekan F-KIP UNITA, Drs TB Pakpahan MPd seraya menyampaikan, karya tulis berupa skripsi merupakan persyaratan dan proses akademik, tetapi bagaimana konsep merealisasikan ilmu yang dimiliki ke lapangan dengan menjunjung tinggi nilai almamater UNITA, adalah merupakan aspek yang terpenting.

"Anda semua adalah penerus UNITA. Berikan dukungan untuk almamatermu, yang telah melahirkan anda semua menjadi seorang sarjana. Dimanapun berada, terapkan ilmu yang berhasil didapat, dan jadilah guru yang profesional," terangnya.

Dalam sambutan fungsionaris Program Studi (Prodi) berisi pesan agar setiap angkatan alumni nantinya membuat ikatan dari setiap alumni guna memperkuat jalinan komunikasi antara pihak alumni dengan UNITA.

Ketua Prodi Bahasa Indonesia, Dra J Sirait MPd dalam sambutannya mengatakan peran guru menjadi ujung tombak pembelajaran. Terampil dalam menyampaikan ide dan materi, adalah kunci keberhasilan seorang guru agar siswa merasa senang dan nyaman berada di dalam kelas.

Ketika menjadi seorang guru, keberhasilan para alumni nantinya didapatkan apabila siswanya bisa merasa enjoy sewaktu pembelajaran di dalam kelas," ungkap Sirait.

Sementara Rektor UNITA, Ir Adriani Siahaan MP yang kali itu diwakili PR II, Arta Hutahayan, juga mengingatkan kembali pentingnya almamater sebagai penyemangat bagi alumni yang telah diyudisium.

Sebelumnya, PD II FKIP, Rogantina Tambunan, membacakan laporan kegiatan yudisium yang dilaksanakan sesuai ketentuan akademik yang berlaku di UNITA, yakni mahasiswa/i terbagi dalam empat Prodi, dan telah mengikuti meja hijau pada 6 Juli hingga 29 Juli lalu serta dinyatakan lulus  adalah dari Prodi Matematika sebanyak  35 orang, Prodi Bahasa  Inggris 68 orang, Prodi Bahasa Indonesia 88 orang, dan Prodi PPKN sebanyak 35 orang.

Menyelamatkan SDM

UNITA yang telah berdiri selama 29 tahun, sudah banyak memberikan kontribusi terhadap perkembangan serta kemajuan daerah di kawasan Tapanuli.

Mulai dari melahirkan sarjana-sarjana berkompeten, hingga putra/i asli daerah yang mampu bersaing di seluruh bidang pekerjaan di berbagai tempat, membuat UNITA masih terus dipercaya berbuat memajukan kualitas SDM, khususnya di Tapanuli.

Sebelum berganti nama menjadi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, kampus ini dulu bernama STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan) yang berdiri pada tahun 1986 dengan satu tujuan yang diemban oleh pendirinya, Bapak Alm DR GM Panggabean,  yakni meningkatkan kualitas SDM di wilayah Tapanuli.

Penjelasan singkat mengenai sejarah berdirinya kampus UNITA itu disampaikan Pakpahan, agar setiap mahasiswa/i menyadari akan segala perjuangan dalam memajukan kualitas SDM di Tapanuli yang kini dapat dinikmati bukanlah hal yang mudah.

Menurutnya, berdirinya sebuah universitas di Tapanuli, merupakan suatu peningkatan kualitas yang harus dirasakan oleh semua masyarakat, terutama kawasan Tapanuli.

Semangat UNITA untuk memajukan kualitas SDM di Tapanuli tak pernah surut. UNITA itu dibangun dengan semangat yang luar biasa dan hati besar untuk menyelamatkan SDM di Tapanuli ini, ujar Pakpahan lagi dengan penuh semangat.

Ia juga berpesan kepada seluruh alumni agar kembali ke UNITA untuk memberikan dukungan cinta almamater. "UNITA tetap terbuka kepada setiap alumni, karena kesinambungan fakultas dan prodi masing-masing kedepan ada di tangan alumni. Itu merupakan bukti kecintaan terhadap almamater, bagaimana kita membentuk generasi kita selanjutnya," pungkasnya. (Dik-ERP/k)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments