Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Pemilu
  • LSI: Pengetahuan Masyarakat Terkait Pelaksanaan Pilkada Minim

LSI: Pengetahuan Masyarakat Terkait Pelaksanaan Pilkada Minim

Jumat, 13 November 2015 18:29 WIB
Kediri (SIB)- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan pengetahuan masyarakat Kabupaten Kediri terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember mendatang masih sangat minim.

"Yang jadi catatan, masih sedikit masyarakat yang tahu tanggal 9 Desember nanti ada pilkada di Kabupaten Kediri, angkanya mencapai 46,1 persen yang tidak tahu," kata Peneliti Utama LSI Ardian Sopa dalam keterangannya kepada wartawan, di Kediri, Rabu.

Dari hasil penelitian tersebut, yang menjawab benar terkait dengan tanggal dan bulan persis pilkada hanya 40,5 persen, sementara yang salah mencapai 13,4 persen.

Sementara, untuk penyebutan nama pasangan belum semua masyarakat juga mengetahui. Masyarakat yang tidak tahu mencapai 33,4 persen, yang salah mencapai 8,2 persen dan yang benar penyebutan jumlah pasangan calon tersebut adalah 58,4 persen.

Walaupun masih belum semua masyarakat mengetahui tentang jadwal pilkada, Ardian mengatakan mayoritas warga di Kabupaten Kediri sudah terdaftar menjadi pemilih, dimana yang sudah terdaftar mencapai 91,6 persen, belum terdaftar 4,1 persen, kurang yakin sudah terdaftar 3,9 persen, dan tidak tahu mencapai 0,5 persen.

"Sebesar 91,6 persen masyarakat menyatakan sudah terdaftar sebagai pemilih dalam pilkada Kabupaten Kediri yang akan datang," ujarnya.

Ia mengatakan, angka partisipasi masyarakat tersebut bisa menjadi bahan evaluasi. Selain oleh KPU, juga partai politik, ataupun masyarakat sebagai pemilih. Jika angka itu dibiarkan saja, tentunya berakibat pada tingkat partisipasi.

"Lebih jauh lagi, bisa menurunkan tingkat legitimasi. Jika berlansung terus akan berakibat pada tingkat partisipasi dan lebih jauh lagi bisa turunkan tingkat legitimasi. Dalam hal ini, KPU bisa melakukan sosialisasi," ujarnya.

Kegiatan survei itu dilakukan pada 29 Oktober sampai 4 November 2015, dengan metode sampling "multistage random sampling", dengan jumlah responden awal 440 orang responden. Dalam survei, dilakukan secara tatap muka dengan responden menggunakan kuisioner dan untuk margin eror kurang lebih 4,8 persen. Survei ini juga dilakukan merata di seluruh daerah wilayah Kabupaten Kediri.

Sementara itu, KPU Kabupaten Kediri menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 75 persen, lebih tinggi dibanding Pilkada 2010 yang hanya 63,33 persen. Pada Pilkada 2005, tingkat partisipasi warga hanya 62,78 persen.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Syamsuri mengemukakan giat melakukan sosialisasi dan kampanye pada seluruh lapisan masyarakat. Mereka diharapkan mengetahui kegiatan pilkada dan memberikan hak suaranya.

"Target tingkat partisipasi warga dalam pilkada ini memang tinggi. Untuk itu, kami lakukan beragam cara serta sosialisasi, dengan harapan mereka datang memberikan aspirasinya ke TPS," katanya.

Namun, ia mengakui terdapat beberapa kendala teknis sebagai penyumbang angka golput di antaranya pemilih yang berada di luar negeri ataupun menjadi TKI. Ia dipastikan sudah golput, ketika masih belum bekerja dan belum pulang ke Tanah Air. Selain itu, orang-orang yang tercatat ganda ataupun sudah meninggal dunia.
"Nama mereka masih tercatat dan tidak dikeluarkan dari data. Nama mereka hanya dicoret saja. Ini yang menjadi kendala teknis," ucapnya.

Selain sosialisasi, KPU pun saat ini juga masih memberikan kesempatan bagi pemilih yang tidak terdata di daftar pemilih tetap. Yang bersangkutan namanya akan dimasukkan dalam daftar pemilih tambahan. Data itu akan terus diverifikasi, hingga pelaksanaan pilkada.

Pilkada di daerah ini diikuti dua pasangan calon, yaitu pasangan petahana Haryanti-Masykuri (Harmas) yang didukung oleh PDIP, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai Demokrat dan PBB. Selain itu, pasangan satunya adalah Ari Purnomo Adi-Arifin Tafsir (Ari-Ari) yang didukung Partai Gerindra dan PAN. Sementara, pemilih di daerah ini mencapai 1.207.704 pemilih. (Ant/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments