Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Pemilu
  • Ditolak Warga Desa Tabanan Bali, Sandiaga Batalkan Kampanye

Ditolak Warga Desa Tabanan Bali, Sandiaga Batalkan Kampanye

admin Senin, 25 Februari 2019 17:25 WIB
Bali (SIB)-Cawapres Sandiaga Uno batal berkunjung ke Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan, Panebel, Tabanan, Bali. Hal itu lantaran Sandiaga mendapat penolakan dari warga sekitar.

Sandiaga mengatakan tak mempermasalahkan mendapat penolakan di kandang PDI Perjuangan (PDIP) tersebut. Setelah berembuk dengan timses, Sandiaga membatalkan kampanye di Tabanan, dan memilih hadir ke lokasi-lokasi yang tak memiliki potensi konflik.

"Jadi ada surat disampaikan kepada beberapa anggota dari tim pemenangan, setelah kami kaji untuk meminimalisasi tensi, akan ada baik itu konflik atau friksi, lebih baik saya putuskan saya hadir di tempat-tempat yang memang tidak memiliki potensi tersebut," ujar Sandiaga di Denpasar, Bali, Minggu (24/2).

Penolakan Sandiaga di kandang Banteng itu diketahui melalui surat pernyataan warga Desa Pakraman Pagi. Warga menyatakan sudah sepakat menolak kedatangan Sandiaga dalam kapasitas apapun. Alasannya mereka ingin situasi desa tetap kondusif.

"Kami warga Masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi yang tidak kondusif, karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/caleg maupun capres dari PDIP, demi kelancaran Pembangunan Desa Pakraman Pagi (Pembangunan Balai Serbaguna)," demikian bunyi petikan surat tersebut.

Surat itu tertanggal 18 Februari 2019 dan diteken Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera, dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya. Surat tersebut juga ditembuskan ke Perbekel Senganan, Kapolsek Panebel, dan Arsip.

Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera membenarkan isi surat tersebut. Yastera menyebut di tahun politik ini mereka telah menjatuhkan pilihan ke capres-cawapres nomor urut 01.

"Alasan lain apa yang kami tidak siap mendatangkan Pak Sandi, karena kami kalau membicarakan ranah politik karena kami juga ada yang membantu kebetulan kami dibantu dari kandidat PDI. Maka dari itu kami juga untuk mengamankan suasana dan melancarkan suatu pembangunan yang sudah kami rencanakan maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno," ujar Yastera kepada wartawan.

Disambut Spanduk
Sebelumnya sejumlah orang yang membawa spanduk 'Bali Basis 01 Jokowi-Amin' menyambut kedatangan rombongan cawapres Uno di Bali.

Pantauan di lapangan 'penyambutan' itu dimulai sejak rombongan Sandiaga keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Massa terlihat membentangkan spanduk 'Bali basis 01 Jokowi-Amin' sambil mengacungkan satu jari atau jempolnya.

"Jokowi... Jokowi," ucap massa.
Tak hanya itu, dalam perjalanan dari Gianyar menuju lokasi kampanye lainnya, massa yang membawa spanduk serupa juga kembali menyambut Sandiaga. Mereka berdiri di tepi jalan sambil bersorak menyebut nama Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ada juga spanduk-spanduk 'Tak Akan Pilih #Sandiwara pilih Jokowi saja' di lokasi Sandiaga berkampanye di Klungkung. Spanduk itu dipasang bersebelahan dengan spanduk penyambutan Sandiaga.

"Ada sambutan dari pendukung kita maupun presiden. Saya lihat bukan penolakan, tapi penyambutan," ujar Sandiaga di Desa Sumitra, Gianyar, Bali, Sabtu (23/2).

Sandiaga mengatakan, 'penyambutan' itu merupakan salah satu proses demokrasi. Sandiaga bahkan mengucapkan terima kasih untuk penyambutan warga Bali tersebut.

"Ini pesta demokrasi yang kita kedepankan dengan sukacita karena Bali ini sangat terbuka dan Bali ini jadi gerbang pariwisata Indonesia. Siapa pun yang datang ke sini disambut dengan ramah-tamah," tuturnya. (detikcom/h)
T#gs Sandiaga Batalkan KampanyeDitolak Warga Desa Tabanan Bali
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments