Minggu, 16 Jun 2019
  • Home
  • Pemilu
  • Cerita Luhut Soal Keakraban Jokowi dan 'Mas Prabowo'

Cerita Luhut Soal Keakraban Jokowi dan 'Mas Prabowo'

admin Jumat, 31 Mei 2019 11:48 WIB
SIB/CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jokowi dan Prabowo saat Debat Pilpres 2019.
Jakarta (SIB) -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku bingung karena masih ada pihak yang selalu menganggap Presiden Joko Widodo atau karib disapa Jokowi sebagai sosok tidak tegas.

Padahal, kata Luhut, Jokowi bukanlah tipe pemimpin yang bisa diajak main-main. Bahkan Jokowi di mata Luhut adalah sosok yang berkemauan keras dan selalu fokus pada pendirian dan keinginannya.

"Orang lihat Pak Jokowi itu enggak tegas, Pak Jokowi ini bukan tipe orang yang bisa diajak main-main. Kalau dia sudah fokus pada pikiran dia, dan dia yakin ya dia akan lakukan, jadi sekarang apa kita ini kerja gitu aja," kata Luhut saat ditemui di kediamannya yang berlokasi di Kawasan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (30/5).

Dalam kesempatan itu, Luhut juga memperingatkan pihak-pihak tertentu yang selalu menganggap Jokowi sebagai sosok yang tak teguh pendirian agar tetap waspada.

Kata dia, hanya karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu bersikap layaknya warga Solo yang santun dan juga terlihat lemah lembut, bukan berarti Jokowi tak bisa membuat orang lain kesusahan.

"Jadi jangan ada orang buat persepsi sementara orang itu lihat karena beliau (Jokowi) kelihatan orang Solo, kelihatan lemah lembut, gitu lantas enggak bisa bikin anda susah? Bisa sekali," kata Luhut.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga bercerita tentang hubungan antara Jokowi dan Prabowo. Menurut dia, kedua tokoh yang juga menjadi rival dalam Pilpres 2019 ini saling menghormati satu sama lain.

Bahkan Jokowi, kata Luhut, sudah terbiasa memanggil Prabowo dengan sapaan 'Mas'.
"Pak Jokowi sama Pak Prabowo hormat. Beliau selalu panggil Mas Prabowo gitu. Lebih sering Mas Prabowo. Beliau menghormati," kata Luhut.

Terkait pertemuan kedua tokoh ini, Luhut secara pribadi mengaku memang perlu dilakukan. Hal itu demi meredam gejolak yang terjadi di masyarakat.

Sebab kata dia, jika kedua tokoh ini bertemu, maka masyarakat di bawah yang selama ini saling bertentangan hanya karena beda pilihan, akan melihat hal tersebut sebagai peluang perdamaian.

"Saya kira (pertemuan) memberikan pesan ke masyarakat kita kan dua tokoh ini kalau bertemu dan pendukungnya gak usah sewot heboh lah gak udah heboh, waktu nanti yg akan menilai," katanya.

"Kalau Pak Jokowi kan sudah mengatakan di beberapa kesempatan untuk beliau tuh dengan siapa saja siap berkomunikasi, jadi saya pikir sih soal waktu aja," kata Luhut. (CNNI/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments