Jumat, 15 Nov 2019

Wisatawan Inggris Sebut Pantai Bengkulu Indah

Minggu, 16 Februari 2014 21:58 WIB
SIB/Int
Pantai Bengkulu
Bengkulu (SIB)- Wisatawan Inggris, Tamara menyebut pantai Bengkulu sangat indah dan menarik untuk dikunjungi.

"Pantai anda sangat bagus dan menarik, saya terkesan," katanya dalam bahasa Inggris saat mengunjungi Benteng Marlborough, di Kota Bengkulu, Selasa.

Tamara dan 106 turis asal Inggris, Swedia dan Australia merupakan penumpang kapal pesiar ekspedisi "Nobel Calidonian" yang singgah di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

Perempuan asal Kota London, Inggris ini mengatakan baru kali pertama menginjakkan kaki di Kota Bengkulu dan cukup terkesan dengan kota tersebut.

"Penduduknya sangat ramah dan manis, sangat beruntung bisa singgah di kota anda," ujarnya. 

Kapal pesiar "Nobel Calidonian" mengawali ekspedisi dari Belawan, Sumatra Utara kemudian menuju Aceh, lalu kembali ke perairan barat Sumatra.

"Kami menyinggahi Sabang, Aceh lalu masuk ke perairan Barat Sumatra, mulai dari Sumatra Barat dan singgah di Bengkulu," kata Metto, seorang pramuwisata atau "tour guide" yang mendampingi para turis itu.

Sebelum menuju Benteng Marlborough, para turis tersebut sudah menikmati pantai Bengkulu sebab kapal pesiar yang mereka tumpangi berlabuh di Pelabuhan Pulau Baai.

Ia mengatakan, bahwa sebenarnya Kota Bengkulu tidak masuk dalam rute perjalanan kapal pesiar tersebut.

Namun dari 107 orang penumpang kapal, sebanyak 97 orang merupakan warga negara Inggris yang tertarik mengunjungi Bengkulu.

"Bengkulu pernah dikuasai Inggris dan ada beberapa peninggalan yang masih bagus kondisinya dan ketika kami tawarkan mereka setuju," katanya.

Kunjungan para turis itu berlangsung 20 menit di Benteng Marlborough yang dibangun oleh pemerintah Inggris pada 1700-an.

Setelah melihat Benteng Marlborough dan menikmati persembahan tari yang diiringi alat musik khas Bengkulu, dol, para turis melanjutkan kunjungan ke cagar budaya Makam Inggris di Kelurahan Jitra.

Di makam Inggris, para turis tersebut meletakkan bunga mawar putih di atas nisan.

Ada puluhan makam warga Inggris yang meninggal saat pendudukan Inggris di Bengkulu.

"Ada beberapa orang yang meninggal karena penyakit malaria," kata Almidianto dari Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu yang turut mendampingi kunjungan para turis itu.

Meski kunjungan hanya beberapa jam, Almidianto mengharapkan kedua cagar budaya yang dikunjungi memberi kesan yang memungkinkan para turis tersebut kembali mengunjungi Bengkulu.

Selanjutnya kapal pesiar itu akan berlayar menuju Pulau Jawa dan berlanjut ke Flores.

 (Ant/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments