Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Pariwisata
  • Tapteng, Negeri Wisata Sejuta Pesona Berbenah Mengejar Ketertinggalan

Tapteng, Negeri Wisata Sejuta Pesona Berbenah Mengejar Ketertinggalan

* Catatan Eva Rina Pelawi, Sekretaris Redaksi SIB
Minggu, 06 April 2014 22:49 WIB
Ingin berwisata? Tapanuli jadi alternatif baru. Selama ini  berbicara mengenai  Tapanuli, yang kita  bicarakan hanya kemiskinan, jalan rusak atau lainnya yang  membuat miris.  Padahal banyak potensi yang terpendam, baik itu kekayaan laut, alam dan sejarah.

Kini Bona Pasogit mulai bangkit mengejar ketertinggalannya, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan ibu kota  Pandan  berbenah menunju kesejahteraan. Berbagai sarana dan prasarana dibangun untuk kemajuan.

Tapteng merupakan  kabupaten di kawasan pantai Barat Pulau Sumatera. Sebagian besar wilayahnya berada di Pulau Sumatera dan sebagian lagi berupa pulau kecil yang jumlahnya sekira 31 pulau.
 
Sejak dilantik menjadi Bupati Tapteng Agustus 2011, Bonaran Situmeang SH MHum langsung merancang berbagai program untuk  keluar dari image kawasan daerah tertinggal.  Sebagai daerah yang telah tersedia sumber daya alamnya yang indah  dan  menarik,   Pemkab Tapteng  mulai berbenah untuk menarik minat wisatawan datang  berkunjung dengan slogan “Horas Tapteng Minapolitan, Negeri Wisata Sejuta Pesona”. Pemkab  mulai membenahi infrastuktur jalan yang selama ini  diketahui rusak hancur-hancuran. Walaupun  belum sepenuhnya  mulus karena butuh dukungan dari APBN dan  APBD Provinsi,   hasilnya sudah mulai dirasakan masyarakat.  Puluhan pulau  dan kawasan  yang dinilai layak jual sebagai daerah wisata  mulai dibenahi dan dipromosikan, tanpa melupakan situs sejarah.

Pulau Mursala
Dari puluhan  pulau yang dimiliki Tapteng, Pulau Mursala  yang berada di Kecamatan Tapian Nauli terletak antara Pulau Sumatera dan Nias merupakan pulau terbesar dengan luas kurang lebih 8000 Ha.  Mursala dinilai  layak jual menjadi daerah tujuan wisata. Untuk mencapai pulau  yang berjarak 22,5 Km dari Pandan ini,  bisa ditempuh dengan speedboat sekitar 60 menit atau 3 jam dengan kapal bermotor biasa. Di pulau  ini terdapat air terjun  dengan ketinggian sekira 35 m yang airnya langsung jatuh ke laut. Hal ini membuat air laut di sekitarnya  rasanya tawar (tidak asin). Menariknya lagi, di dasar perairan di sekitar Mursala terdapat terumbu karang yang indah dan khas.   Perairan Mursala juga bisa  menjadi tempat diving (berselam).

Keindahan Mursala yang memanjakan mata dan disebut-sebut tidak kering walaupun kemarau hanya bisa kita nikmati dari boat yang ditumpangi karena  belum adanya dermaga. Direncanakan pulau ini akan dibangun pihak investor dengan konsep ramah lingkungan dengan dana sekira Rp50 M.  Sebagai upaya mendukung Mursala sebagai daerah tujuan wisata, Pemkab  Tapteng juga  tengah memperjuangkan  pelaksanaan Sail Mansalaar  tahun 2015. Dengan kehadiran kapal-kapal dari negara lain, diharapkan Pulau Mursala akan semakin dikenal di dunia internasional.

Pulau Putri
Dari kejauhan, Pulau Putri sudah menunjukkan keeksotisannya dengan pasir putih yang indah dan  pohon kelapa melambai di bibir pantai.  Masih jauh dari polusi dan gangguan, terlihat  ikan berenang ke sana kemari.

Di pulau yang luasnya  sekira 2 hektar ini, wisatawan bisa  melakukan berbagai kegiatan seperti berenang dan menyelam menikmati keindahan bawah laut atau memancing  sepuasnya. Walaupun masih butuh polesan, pulau ini sudah  mampu memikat pengunjungnya  untuk tinggal lebih lama memandang laut luas dan alam sekitarnya.

Untuk menambah berbagai fasilitas bagi pengunjung, Pemkab Tapteng juga  telah membangun Sport Fishing Area di kawasan Pulau Bakkar dan Pulau Ungge, Kecamatan Badiri. Peresmiannya telah dilaksanakan Agustus 2013. Pengadaan rumpon  (sarang ikan) telah dilaksanakan sejak tahun 2012 dan tahun ini pembangunan dilanjutkan dengan pembuatan berbagai fasilitas pendukung sebagai lokasi memancing favorit di Pantai Barat.  Dalam pengelolaannya, akan dibuat  MoU antara  Bupati Tapteng dengan masyarakat nelayan sebagi wujud kawasan minapolitan yang akan meningkatkan kesejahteraan  nelayan.

Sebelum pembangunan  berbagai pulau, Pemkab Tapteng terlebih dahulu  membenahi Pantai Bosur  di Pandan yang jadi dermaga keberangkatan ke pulau-pulau lain.  Saat ini di Pantai Bosur telah dibangun berbagai sarana berupa kursi dan meja tempat  bersantai dan berjemur.

Menurut Bupati Bonaran Situmeang,  Pantai Bosur tidak kalah dengan pantai jimbaran di Bali. Dengan program pembangunan yang telah ditetapkan dan akan dilaksanaan, kunjungan wisatawan akan terus meningkat. Sejak soft  opening pada Sabtu, 7 Desember 2013 lalu,  masyarakat mulai  ramai mengunjungi  Pantai Bosur  terutama pada Sabtu dan Minggu untuk menikmati alam dan sunset serta kuliner khas Tapteng.

Wisata Sejarah
Walaupun sibuk  dengan program wisata bahari, Pemkab Tapteng juga membenahi  situs sejarah. Barus banyak menyimpan  sejarah  tentang masuknya Islam ke nusantara.  Salah satu bukti sejarah tersebut adanya  makam Syekh Machmud di  Papan Tinggi Desa Penanggahan, Kecamatan Barus dan makam Syekh Rukunuddin di Mahligai.

Pada tahun 2013 Pemkab telah menyusun  design makam tersebut dan  Mei tahun ini pembangunan tahap pertama dimulai. Untuk mendukung pembangunan makam papan tinggi yang terintegrasi menjadi daerah tujuan wisata rohani, menurut Pemkab Tapteng  sejumlah warga di desa Penanggahan juga telah menghibahkan  sejumlah lahannya kepada pemerintah.

Secara umum, makam papan tinggi layak menjadi objek wisata rohani. Di lokasi tersebut ada makam istimewa yang panjangnya sekira  7 meter  dan beberapa makam lainnya. Untuk mencapai makam tersebut kita akan mandi keringat,  perlu stamina  dan niat yang kuat karena makam tersebut berada di puncak bukit. Dan untuk sampai ke sana kita harus  menapaki  antara 800 hingga 1000 anak  tangga. Namun ketika sampai di puncak, rasa letih dan lelah  akan terbayar, karena kita bisa menikmati pemandangan yang indah. Dari puncak kita bisa memandang kota Barus, hutan yang hijau serta hamparan biru lautan.

Untuk kenyamanan para pengunjung, ke depan Pemkab membangun shelter tempat beristirahat para pengunjung sebelum sampai ke puncak. Tangga diperlebar menjadi 3 meter.

Setelah pembangunan dan pengembangan makam papan tinggi dan mahligai, Pemkab, juga akan membangun  Christmas Mountain di Barus Utara yang akan menguatkan penemuan sejarah melalui peninggalan situs cagar budaya bahwa Barus sekitarnya adalah tempat pertama kali agama Islam  dan Kristen masuk ke  Indonesia.

 Selain itu,  Pemkab juga mulai melestarikan pohon Kapur Barus yang nyaris punah untuk kembali meraih kejayaan Barus dengan kapur dan rempah-rempahnya.

Mental
Dari semua program yang dilaksanakan Pemkab Tapteng, satu hal yang paling berat dilakukan adalah mengubah sikap mental masyarakatnya.  Dengan seabreg  pembangunan, apakah masyarakatnya sudah siap mental lahir dan batin? Untuk mendukung program “negeri wisata sejuta pesona” bupati mengajar di hampir semua sekolah lanjutan di Tapteng. Menurut Bonaran, untuk mengubah sikap mental pada para pelajar masih lebih mudah. Mereka ini diharapkan jadi duta-duta penerangan di lingkungannya.

“Tapteng tidak akan berhasil jadi  daerah tujuan wisata bila tidak didukung masyarakat dan pelaku dunia usaha. Pelayanan yang terbaik bagi pengunjung  adalah modal utama agar mau kembali ke Tapteng. Itu adalah promosi yang paling efektif,” kata Bonaran di hadapan para insan Pers dalam acara Gathering Pemkab dan Pimpinan Redaksi di Pandan baru-baru ini.

Untuk  memudahkan para wisatawan  datang berkunjung, pembangunan bandara juga digiatkan berupa lanjutan pembangunan runway, taxiway, apron, navigasi dan alat-alat keselamatan Bandara Dr FL Tobing Pinang Sori.  Bila tidak ada hambatan pada Juni 2014, pesawat Garuda  dengan type Bombardier CRJ 1000 next generation akan membuka rute penerbangan Jakarta –Pinang Sori- Kualanamu dan Pinang Sori-Jakarta.

Dengan semua program tersebut, Bupati Tapteng menyebutkan butuh anggaran yang cukup besar. Dengan dana APBD yang terbatas ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dan propinsi. Pertumbuhan ekonomi Tapteng memang di atas  Sumut, namun belum proporsional dengan penyerapan tenaga kerja.  Melalui percepatan pembangunan minapolitan dan negeri wisata sejuta pesona lintas sektor Pemkab Tapteng meyakini akan dapat mengatasi persoalan tersebut. Perlu suatu terobosan dan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan masyarakat Tapteng yang maju sejahtera dan bermartabat. (f) 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments