Jumat, 18 Okt 2019

Sehari Jadi Petani Anggur di Australia

Minggu, 12 Maret 2017 12:10 WIB
Sydney (SIB) -Di kawasan Hunter Valley, Australia traveler bisa berkunjung ke aneka perkebunan anggur. Cobalah pengalaman seru sehari menjadi petani anggur di Hunter Valley.

Kawasan Hunter Valley berada di pinggiran Kota Sydney. Butuh 2,5 jam perjalanan darat menggunakan mobil untuk menuju ke destinasi ini. Kawasan Hunter Valley sejak dulu dikenal sebagai daerah perkebunan anggur dan juga pembuatan wine.

Siang itu matahari bersinar terik sekali, indikator suhu di handphone menunjuk angka 38 derajat celcius. Panasnya sampai 'membakar' kepala.

Mobil kami melaju melewati deretan perkebunan anggur. Hampir setiap jengkal lahan di Hunter Valley digunakan sebagai kebun anggur. Kalau tidak, lahannya ditanami pohon zaitun. Begitu terus bergantian sepanjang mata memandang.

Akhirnya mobil yang kami tumpangi berhenti di salah satu perkebunan anggur, yang juga merangkap pabrik pembuatan wine bernama Audrey Wilkinson. Nama ini merujuk pada pemilik perkebunan tersebut, yaitu Audrey Wilkinson.

Sejarahnya, keluarga Wilkinson memulai bisnis perkebunan anggur dan pembuatan wine pada tahun 1866. Atas kerja kerasnya, di awal tahun 1900-an Audrey Wilkinson pun mulai banyak mendapat gelar juara atas kualitas wine yang dia hasilkan. Wine buatannya pun banyak diekspor hingga ke Inggris. Kualitas itulah yang dia tetap bertahan sampai sekarang.

Sesampainya di Audrey Wilkinson, seorang staff bernama Ross menyambut kami. Ross pun langsung mengajak kami untuk pergi ke perkebunan anggur untuk memperlihatkan anggur-anggur yang dikembangkan di perkebunan Audrey Wilkinson. Tak lupa Ross mempersilakan kami untuk menggunakan payung, karena cuacanya sangat terik.

"Kalau panas terik seperti ini, tanaman anggur justru suka. Mereka akan berbuah lebat, dan rasa jusnya akan tersimpan dengan baik," ucap Ross.

Ross pun menjelaskan bagaimana membedakan buah anggur berkualitas baik, atau tidak. Menurut Ross, buah anggur yang baik berbentuk bulat dan tidak berkerut. Buah anggur yang baik biasanya dipanen pada pagi hari menjelang siang, supaya kandungan airnya tetap terjaga dengan baik.

Setelah memilih anggur, tahapan selanjutnya adalah membuat wine. Ada beberapa jenis wine yang dibuat di perkebunan ini. Dari mulai chardonnay, merlot, pinot noir, shiraz, sampai semillon. Total ada 15 jenis wine.

Pembuatan wine di Audrey Wilkinson sudah menggunakan cara yang modern. Tetapi di salah satu ruangannya, masih tersimpan alat pembuat wine tradisional. Alat itu berupa tong kayu, serta alat penghancur buah anggur yang masih diputar secara manual. Mesin ini sudah ada sejak era rahun 1900-an.

"Alat ini dulu kita pakai untuk memerah anggur. Sudah ada sejak tahun 1900-an, usianya ya 100 tahun lebih. Cara memakainya masih manual diputar dengan tangan seperti ini," ujar Ross.

Setelah tur seharian ala petani anggur. Akhirnya waktunya tiba untuk wine tasting. Untuk aktivitas satu ini, sebaiknya traveler mempersiapkan diri dengan baik karena akan ada sampai 15 botol wine untuk dicicipi. Salah-salah traveler bisa pusing duluan kalau tidak persiapan sebelumnnya.

Traveler yang liburan ke Sydney bisa juga melipir ke Hunter Valley dan merasakan pengalaman sehari ala petani anggur Australia. (detik Travel/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments