Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Pariwisata
  • Pendaki dan Turis Dilarang Bawa Plastik Sekali Pakai ke Everest

Pendaki dan Turis Dilarang Bawa Plastik Sekali Pakai ke Everest

admin Minggu, 25 Agustus 2019 14:10 WIB
Phurba Tenjing Sherpa/Handout via REUTERS
Gunung Everest
Plastik sekali pakai akan dilarang beredar di wilayah Everest untuk mengurangi volume limbah yang ditinggalkan oleh pendaki dan turis, kata pihak berwenang Nepal seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (21/8).

Hingga pertengahan tahun ini, inisiatif pembersihan yang dipimpin pemerintah di Everest - gunung tertinggi di dunia - juga mengumpulkan lebih dari 10 ton sampah.

Larangan baru ini bakal diberlakukan di kotamadya pedesaan Khumbu Pasang Lhamu, rumah bagi Gunung Everest dan beberapa gunung bersalju lainnya, mencakup semua plastik dengan ketebalan kurang dari 30 mikron serta minuman dalam botol plastik, dan akan berlaku mulai Januari 2020.

"Jika kita mulai sekarang, itu akan membantu menjaga wilayah kita, Everest dan pegunungan lainnya secara jangka panjang," kata pejabat setempat Ganesh Ghimire.

Wilayah ini menerima lebih dari 50 ribu wisatawan setiap tahun, termasuk pendaki dan turis.

Badan lokal akan bekerja dengan perusahaan pendakian, maskapai penerbangan dan Asosiasi Pendaki Gunung Nepal untuk menegakkan larangan tersebut, meskipun belum ada penalti yang telah diputuskan atas pelanggaran yang terjadi.

Pemerhati lingkungan juga khawatir bahwa polusi di Everest mempengaruhi sumber air bersih di lembah.

Enam tahun lalu, Nepal memperkenalkan deposit US$4.000 (sekitar Rp56,9 juta) per tim pendaki di Everest yang akan dikembalikan, jika masing-masing pendaki menurunkan setidaknya delapan kilo sampah, tetapi hanya setengah dari pendaki kembali dengan jumlah yang ditentukan itu.

Gletser yang mencair yang disebabkan oleh pemanasan global kini mengungkap mayat dan sampah yang telah menumpuk di gunung itu sejak Edmund Hillary dan Tenzing Norgay melakukan pendakian ke puncak pertama kali yang sukses pada 66 tahun yang lalu.

Musim pendakian tahun ini dimeriahkan oleh rekor 885 orang mencapai puncak Everest, 644 di antaranya dari selatan dan 241 dari sisi utara di Tibet.

Di tahun ini juga, cuaca yang buruk dan kurangnya keahlian mendaki membuat 11 orang tewas.

Pekan lalu sebuah komite pemerintah merekomendasikan agar pendaki mampu memanjat gunung Nepal lain yang setidaknya setinggi 6.500 meter sebelum diberikan izin untuk menjejakkan kaki di Everest.

Mereka juga mengusulkan biaya setidaknya US$35 ribu (sekitar Rp498,2 juta) per orang untuk mendaki Everest dan US$20 ribu (Rp284,7 juta) per orang untuk gunung lainnya dengan ketinggian kurang dari 8.000 meter.

Saat ini, izin untuk mendaki Everest bertarif US$11 ribu (sekitar Rp156,5 juta) per orang. (CNNI/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments