Jumat, 13 Des 2019

Mengemas Upacara Adat untuk Atraksi Wisata

Minggu, 23 Februari 2014 20:14 WIB
SIB/Int
Upacara adat Yogyakarta
Yogyakarta (SIB)- Upacara adat yang masih hidup di tengah masyarakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dikemas untuk atraksi wisata, kata praktisi pariwisata dan kebudayaan Widi Utaminingsih.

"Upacara adat yang masih dilestarikan di sejumlah desa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa menjadi daya tarik untuk menghadirkan wisatawan ke daerah ini, sekaligus memperkuat  keberadaan desa wisata," kata Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, melalui kemasan wisata yang menarik kegiatan upacara adat tersebut dapat menjadi tontonan bagi wisatawan dan diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Selain itu, kata dia upaya mengemas sajian upacara  dan ritual adat itu juga sebagai upaya melindungi dan melestarikan  aset wisata  budaya tersebut.
"Upacara adat yang beragam tersebut yang didukung dan dibina oleh pemerintah setempat merupakan bagian dari upaya melestarikan serta melindungi aset  budaya lokal daerah ini," kata Widi Utaminingsih yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Ia mengatakan kegiatan tersebut hendaknya terus didorong agar tetap bertahan hidup dan semua itu menjadi kewajiban   bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk  melindungi budaya lokal tersebut.

Ia mengingatkan jika tidak dilindungi sejak sekarang, dikhawatirkan beragam jenis upacara adat dan budaya itu akan punah akibat kemajuan zaman.
Oleh karena itu, menurut dia, digelarnya kegiatan upacara adat secara rutin  merupakan salah satu upaya menumbuhkembangkan budaya lokal  termasuk upacara adat agar tetap eksis.

Widi mengatakan DIY  sebagai destinasi  wisata unggulan harus memperbanyak kegiatan  atraksi wisata, termasuk menyajikan budaya lokal, sehingga wisatawan yang berkunjung ke daerah ini dapat menikmatinya.

(Ant/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments