Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Pariwisata
  • Kampung Berwarna, Menyulap Kumuh Jadi Destinasi Instagramable

Kampung Berwarna, Menyulap Kumuh Jadi Destinasi Instagramable

admin Minggu, 25 Agustus 2019 14:06 WIB
ANT/Aditya Pradana Putra
Wisatawan mancanegara mengunjungi Kampung Pelangi Wonosari di Randusari, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 27 November 2018. Kampung ini menjadi tempat wisata melakukan penataan pada lingkungan sekitarnya.
Kini ada syarat wajib untuk pelesiran: destinasi harus instagramable. Kota-kota seperti Malang, Palembang, Yogyakarta, Semarang dan beberapa kota lainnya menata kotanya menjadi destinasi instagramable. Salah satunya dengan membuat kampung warna-warni atau kampung pelangi.

Kampung-kampung itu umumnya dibangun dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) pabrik cat. Sihir cat itulah yang membuat kampung-kampung pelangi tak sepi peminat. Mural-mural berdampingan dengan warna warni cat yang meriah menyenangkan mata. Berikut kampung warna-warni yang sedang diburu wisatawan urban.

Kampung Pelangi Semarang
Semarang memiliki kampung warna-warni yang dinamai Kampung Pelangi. Lokasinya berada di Wonosari, Kelurahan Randusari. Lokasinya yang strategis, memudahkannya dijangkau dari berbagai lokasi dan eye catching bagi para pelintas.

Kampung Pelangi Semarang berdiri di pinggiran sungai, dan berada di wilayah Gunung Brintik. Siapkan sepatu kets, karena traveler harus naik turun menyusuri perkampungan untuk menikmati keindahannya. Tapi, bila tak ingin lelah, cukup menaiki gardu pandang untuk menikmati lanskap Kampung Pelangi.

Kampung Pelangi Jodipan, Malang
Di pinggir kali, yang melintasi Kelurahan Jodipan, Blimbing, Malang, mata Anda bisa tergoda. Era 1990-an, kampung padat itu kerap diabaikan pemotor yang melintas di seberangnya. Kini, siapapun yang melintas Blimbing bakal tergoda untuk mampir. Kampung warna-warni melambai kepada siapa saja yang melintas.

Ide menyulap Jodipan menjadi sisi kota yang semarak, berawal dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani praktik kerja di PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana), sebuah perusahaan cat di Malang. Jodipan sukses bermetamorfosis, yang diikuti kampung di seberangnya di Kelurahan Kesatrian. Bedanya, Kesatrian mengusung konsep Kampung Tridi (3D). Sesuai namanya, banyak lukisan 3D yang diaplikasikan ke dinding rumah penduduk.

Kampung Jodipan dan Tridi pun tersambung dengan jembatan kaca yang dibangun untuk menghubungkan kedua kampung dan membentang di atas Sungai Brantas. Jembatan itu dibangun dengan model jembatan gantung, berwarna kuning sepanjang 25 meter dan lebar 1,25 meter pada ketinggian 9,5 meter.

Kampung Pelangi Lubuklinggau, Sumatera Selatan
Lain lagi di Kelurahan Lubuk Linggau Ulu, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II. Kampung warna-warni di sana diprakarsai oleh para ibu-ibu PKK kota Lubuklinggau. Bahkan, penataan dan pengelolaannya, merupakan bagian dari kegiatan PKK.

Kampung Pelangi Lubuklinggau dulunya memang kampung kumuh. Angka kejahatan juga tinggi, pasalnya di lingkungan itu dgunakan untuk perjudian. Kini citra sebagai "Texas" abad ke-19 pudar, kampung ini ramah menyambut wisatawan.

Kampung Warna-Warni Teluk Seribu, Balikpapan
Dari Balikpapan, menuju Teluk Seribu, setiap pengendara pasti melewati kampung penuh dengan doodle dan 3D. Kampung ini berada di gang kecil di Jalan Persatuan RT 3 Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sejak memasuki kampung, wisatawan langsung dapat menikmati mural di gerbang masuk dan lukisan 3D dengan beragam bentuk. Lukisan-lukisan itu kian "hidup" saat dipotret karena teknik 3D dalam melukisnya. Visual kian indah bila Anda berfoto dengan latar terowongan suram menuju laut bikinan Cadio, kedalaman suasana laut lukisan Surya Dharma, gambar sayap malaikat bikinan Chacha, dan lukisan abstrak Sairi.

Gang sepanjang 100 meter menuju dermaga kecil di tepi muara Sungai Manggar, lukisan itu seperti mengantar pelalu lalang menuju Teluk Seribu, bahkan sebagai penyambut mereka yang datang dari pulau lain. Benar-benar keramahan Balikpapan.
Kampung Pelangi Penas Jakarta

Jakarta akhirnya meramaikan kampung warna warni, setelah tertinggal oleh Bandung dan Tangerang. Di Kampung Penas Tanggul RT 14/RW 05, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, warga berinisiatif mengecat rumahnya. Untuk mempercantik kampung yang digagas sejak 2017 itu, warga menerapkan aturan baru, dilarang merokok di kampung itu.

Sekitar 100 rumah di Kampung Penas, 70 rumah di antaranya sudah dicat warna-warni dan menjadi kampung percontohan sebagai kampung sehat tanpa asap rokok. Kampung ini bisa jadi contoh, gerakan untuk melindungi hak hidup sehat bagi perempuan dan anak-anak.

Kampung Sega, Mendawai, Pangkalan Bun
Kampung Pelangi ini berada di RT 01 dan RT 02 Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Bila Pemkab Kotawaringin Barat menyebutnya kampung warna warni, warga setempat menyebutnya Kampung Sega. Sega artinya cantik atau indah, dalam bahasa sehari-hari orang Pangkalan Bun.

Lokasinya di Mendawai, berada di salah satu gang wilayah itu. Dulunya dikenal sebagai Gang Melati. Gang ini cukup besar dibanding gang-gang lain yang menghubungkan jalan raya dan tepi Sungai Arut Pangkalan Bun. Bukan hanya dinding rumah dan taman bunga yang dicat. Jalanan aspal di Gang Melati juga dilukis. Budaya lokal muncul dalam lukisan mural, berupa hiasan bermotif seni Dayak. (T/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments