Jumat, 13 Des 2019
  • Home
  • Pariwisata
  • HIGHLAND PARK" KERINCI JADI MAGNIT KEPARIWISATAAN JAMBI

HIGHLAND PARK" KERINCI JADI MAGNIT KEPARIWISATAAN JAMBI

Minggu, 23 Maret 2014 23:42 WIB
Jambi (SIB)- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi menilai "highland park" Kerinci akan menjadi magnit utama dari dunia kepariwisataan Provinsi Jambi dari semua masa.

Dengan ditetapkannya Kerinci sebagai highland park yang merupakan rangkaian utama tak terpisahkan dari situs Geopark Merangin maka Kerinci sebenarnya merupakan magnit utama bagi kepariwisataan Jambi, kata Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi Ir Guntur di Jambi, Rabu.

Geopark Merangin telah terdaftar di jaringan geopark nasional dan siap masuk daftar pengakuan dunia melalui Unesco sebagai warisan dunia pada 2015 mendatang.

Ia mengatakan, dengan status tersebut, pengembangan potensi kepariwisataan Jambi di Kerinci harus dapat terus diintensifkan dan berkelanjutan, baik oleh pemerintah maupun swasta dan masyarakat.

Tidak dapat dipungkiri ikon atau daya tarik utama kepariwisataan Jambi selama ini adalah Kerinci, karena di daerah yang berada di ujung paling barat Provinsi Jambi itu terdapat potensi wisata.

Potensi itu antara lain keindahan, keaslian dan keasrian alam, kesenian, kebudayaan, kekhasan masyarakat, peninggalan sejarah, ritual spritual, dan lain sebagainya yang tidak terdapat di daerah lain, kata Guntur.

Di Kerinci terdapat gunung tertinggi di Sumatera sekaligus gunung api aktif tertinggi di Indonesia, yakni Gunung Kerinci, danau tertinggi di Asia Tenggara yang segera diusulkan Unesco masuk ke-9 "wonderful land".
Ada juga hutan rimba Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih lebat, pusat sejarah perjuangan masyarakat Jambi, pusat peninggalan peradaban megalitik dan kebudayaan asli masyarakat yang masih terus terjaga hingga kini.

"Masalahnya hanya satu, yang sejak dulu selalu menjadi momok bagi pengelolaan dan pengembangan, yakni kesalahan pemda meletakkan pondasi pembangunan daerah tersebut yang lari dari sektor pariwisata dan pertanian yang merupakan potensi utama.

Pembangunan justru dialihkan pada sektor lain seperti industri dan ekonomi makro, hal itulah yang harus dibenahi oleh Bupati baru Adi Rozal, katanya.
Sebagai magnit utama, potensi besar Kerinci sebenarnya sudah diketahui dan diakui oleh publik dunia,bahkan tidak sedikit para calon investor dari luar negeri yang berminat menanamkan modalnya ingin membantu mengembangkan potensi wisata di alam Kerinci tersebut.

Trend pariwisata saat ini adalah "green tourisme", eco-tourisme" dan "agro-tourisme", Kerinci dinilai paling lengkap menyimpan potensi tersebut untuk dikembangkan, kini semua tergantung dari kesiapan pemerintah, masyarakat dan lembaga-lembaga penyokong.

Jika potensi itu terangkat niscaya Kerinci benar-benar akan menjadi surga sebagai slogan masyarakatnnya selama ini, ujarnya.

Masalah kedua yang dinilai paling mengganggu adalah akses jalan yang selama ini tidak pernah baik, dimana ruas jalan darat yang ada selalu rusak, baik karena cuaca maupun karena kualitas pembangunan yang rendah menjadi penyebab lamanya perjalanan melalui darat menuju Kerinci dari kota Jambi hingga mencapai 11-12 jam.

Sementara akses melalui udara, keberadaan Bandara Depati Parbo belum juga memiliki peranan penting dikarenakan rendahnya apresiasi pemerintah dan masyarakat terhadap keberadaan bandara tersebut.

Masalah-masalah itu harus segera dibenahi bersama jika ingin Kerinci menjadi highland park primadona dunia baru sebagaimana prediksi banyak pelaku kepariwisataan selama ini, tambah Guntur.(Ant)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments