Jumat, 21 Feb 2020
  • Home
  • Pariwisata
  • Belasan Penyu Sisik Jadi Daya Tarik Wisata di Dermaga Pulau Sebesi

Belasan Penyu Sisik Jadi Daya Tarik Wisata di Dermaga Pulau Sebesi

Redaksisib Minggu, 26 Januari 2020 11:47 WIB
kompas.com

Pengunjung Pulau Sebesi memberikan makanan berupa pisang mentah ke penyu sisik liar di Dermaga Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Diduga, belasan penyu sisik ini penghuni asli ekosistem laut di Perairan Gunung Anak Krakatau. 

Pesisir Kalianda, Lampung Selatan terkenal dengan keindahan pantai dan pasir putih, pulau-pulau kecil yang tersebar di perairannya, serta spot snorkling dan terumbu karang yang melimpah.

Gugusan terumbu karang di beberapa pulau yang berada di perairan ini juga menjadi akuarium alam saat air laut surut. Ikan-ikan beraneka warna sering terperangkap di akuarium alam ini.

Salah satu keindahan tersebut kamu bisa temukan di Pantai Gubuk Seng di Pulau Sebesi atau Pulau Umang-umang.

Kekayaan ekosistem laut di perairan ini bertambah menarik dengan hadirnya belasan penyu sisik yang baru-baru ini muncul di Pulau Sebesi.

Penyu-penyu sisik itu berukuran besar, bahkan ada mencapai 1,5 meter. Diperkirakan, penyu-penyu sisik sudah berumur puluhan tahun.

Sejak tahun 2018, belasan penyu sisik berukuran besar menjadi penghuni Dermaga Pulau Sebesi. Sebelumnya, penyu-penyu ini hanya bisa ditemui di perairan Gunung Anak Krakatau.

Salah satu warga Pulau Sebesi, Yusuf (47) mengatakan, selama dia tinggal di Pulau Sebesi sejak 1995, ia tidak pernah melihat kehadiran penyu sisik di perairan Pulau Sebesi. Ia hanya melihat penyu-penyu itu saat melaut di dekat perairan Gunung Anak Krakatau.

"Enggak ada di sini (Pulau Sebesi) sebelumnya. Baru-baru ini saja, sebelum ada tsunami kemarin," katanya saat penulis berkunjung ke Pulau Sebesi pertengahan September 2019.

Yusuf menceritakan, hadirnya penyu-penyu sisik yang kini tinggal di Pelabuhan Pulau Sebesi itu baru diketahui warga sekira satu minggu sebelum tsunami melanda pesisir Kalianda pada 22 Desember 2018 lalu.

Saat itu, kata Yusuf, warga heboh karena memang tidak pernah melihat penyu begitu dekat berenang ke pantai. Jumlahnya pun mengejutkan, karena mencapai belasan ekor.

"Awalnya ada yang mengangkut pisang ke kapal. Ada pisang yang jatuh ke laut. Begitu mau diambil, ternyata sedang digigit penyu," katanya.

Diduga, penyu-penyu sisik ini penghuni asli perairan Gunung Anak Krakatau yang pindah karena longsor menghancurkan ekosistemnya di perairan itu.

Longsornya Gunung Anak Krakatau ini juga yang membuat tsunami dan menghantam pesisir Kalianda dan Pandeglang tahun 2018.
Hingga kini, penyu-penyu itu masih berenang di sekitar dermaga Pelabuhan Pulau Sebesi.

Kehadiran penyu-penyu ini menjadi atraksi wisata tersendiri bagi warga lokal dan traveler yang datang berlibur ke pulau terdekat denganGunung Anak Krakatau tersebut.

Biasanya, penyu-penyu ini muncul pada pagi dan sore sekitar pukul 16.00 WIB. Penyu-penyu ini pun cukup jinak dan berani mendekat jika diberikan pisang.

Yuda, pengunjung dari Bandar Lampung mengaku takjub dengan ukuran penyu-penyu tersebut.
"Warga sini melarang berenang sama penyu-penyu itu," katanya.

Yuda juga mendapatkan tips menarik dari warga setempat. Jika ingin memberi makan penyu, sebaiknya menggunakan pisang mentah. Penyu akan mendekat.

"Jangan pisang matang, kalau yang matang pisangnya tenggelam. Kalau pisang mentah dia mengapung," katanya. (Kps/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments