Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Pariwisata
  • 29 Kawasan Wisata Alam Siap Dibuka Bertahap di Masa New Normal

29 Kawasan Wisata Alam Siap Dibuka Bertahap di Masa New Normal

Minggu, 28 Juni 2020 19:04 WIB
Liputan6.com/Ahmad Adirin

Bukit Pencu, salah satu tempat wisata alam populer yang terletak di jajaran Pegunungan Kendeng. 

Menyambut masa new normal, beberapa tempat wisata sudah bisa dikunjungi wisatawan. Termasuk salah satunya wisata konservasi alam yang akan dibuka secara bertahap.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberi izin kepada sektor pariwisata alam untuk dibuka kembali secara bertahap di tengah upaya adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan izin tersebut hanya diberikan kepada kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten atau kota yang berada di zona hijau dan kuning.

"Kawasan-kawasan wisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat resiko Covid-19 yang paling ringan," ucap Doni saat Live Press Conference Gugus Tugas terkait Rencana Pembukaan Kawasan Pariwisata Konservasi, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (22/6).

Doni menambahkan, kawasan pariwisata alam itu meliputi wisata bahari, konservasi perairan, wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa, geopark. Lalu ada kawasan pariwisata alam nonkawasan konservasi terdiri dari kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Kawasan pariwisata alam tersebut bisa dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

"Pelaksanaan protokol kesehatan agar dilakukan secara disiplin supaya perekonomian yang berjalan berdampak untuk masyarakat. Kita bisa contoh Bali dan Banyuwangi yang sudah menerapakan protokol kesehatan dengan baik," terangnya.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, industri pariwisata harus dapat membangun kepercayaan wisatawan. Pariwisata bergantung kepada kepercayaan wisatawan domestik. Jadi, pariwisata harus dapat memberikan rasa aman, sehat, dan nyaman.(Lip6/c)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments