Jumat, 25 Sep 2020

Gulungan Ombak Setinggi 7 Meter Ada di Pulau Asu

Minggu, 12 Oktober 2014 19:05 WIB
Nias Barat (SIB) - Obyek wisata air dan pantai juga ada di Pulau Asu yang berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Hinako, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Untuk mencapai ke sana, Anda dapat menggunakan pesawat dari Bandara Kuala Namu di Medan menuju Bandara Binaka di Gunung Sitoli. Dari Gunung Sitoli Anda melanjutkan perjalanan ke Kota Sirombu dengan menempuh waktu perjalanan kurang lebih 2 jam.

Dari Sirombu ada dua pilihan untuk menuju ke obyek wisata Alam Pulau Asu. Anda dapat menumpang kapal reguler atau menggunakan speed boat. Jika Anda memilih menggunakan kapal reguler, Anda hanya membayar sekitar Rp 50.000 per orang dengan waktu tempuh 2 jam hingga sampai Pulau Asu. Jika Anda memilih untuk menggunakan speed boat, Anda hanya memerlukan waktu 40 menit dengan biaya Rp 150.000 per orang.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Yamonaha Waruwu, mengatakan bahwa Pulau Asu berada di sebelah barat Kabupaten Nias Barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan termasuk pulau terluar Kepulauan Nias. “Luas Pulau Asu kurang lebih 18 kilometer persegi saat ini dihuni oleh 28 kepala keluarga. Pulau Asu ini jauh dari kemewahan namun wisatawan mancanegara merasa nyaman dan aman tinggal di Pulau Asu,” Kata Waruwu, Kamis (9/10).

Di Pulau Asu ini, airnya jernih serta butiran pasir yang putih ditambah nyiur pohon kelapa berpadu dengan irama ombak menjadi daya tarik tersendiri. “Para wisatwan bisa bertahan di Pulau Asu selama 1 sampai 2 bulan karena Pulau Asu memiliki ombak dengan tinggi 4 sampai 7 meter dan panjang ombak mencapai 200 meter,” jelasnya.

Oleh karena itu banyak wisman datang ke Pulau Asu untuk berselancar. Pulau Asu juga terkenal dengan keindahan bawah laut dengan berbagai jenis terumbu karang dan beragam jenis ikan. Salah satu dampak bencana Alam yang bisa dilihat juga ada di Pulau Asu, masih tersisa puing-puing bangunan yang roboh diterjang tsunami tahun 2004 silam.

Pasca gempa dan tsunami beberapa home stay sudah mulai dibangun dan siap dihuni oleh wisatawan setiap musimnya. Satu hal lagi yang unik di Pulau Asu.

Jika kita berjalan menggelilingi Pulau Asu dengan mengikuti garis pantai, maka di sepanjang pantai kita akan akan menemukan daun subang-subang (scaveola tacada), penduduk lokal menyebutnya daun rafe-rafe. Daun ini dipercaya bisa berfungsi sebagai obat anti diabetes. (Hendrik Yanto Halawa/Kompas.com/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments