Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Opini
  • Mampukah Program PRM Merubah Stigma Negatif Masyarakat Terhadap Polisi?

Mampukah Program PRM Merubah Stigma Negatif Masyarakat Terhadap Polisi?

Regen Silaban Rabu, 12 Agustus 2020 20:06 WIB
Foto SIB/Dok Polres Tanjungbalai

SAMBANGI: Personil kepolisian Polres Tanjungbalai menyambangi masyarakat dalam rangka program Polisi Rindu Masyarakat (PRM) baru baru ini di Sei Raja Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai. 

Penulis: Wartawan SIB Tanjungbalai Regen Silaban

Program Polisi Rindu Masyarakat atau yang disingkat dengan PRM adalah salah satu langkah upaya yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai dalam rangka mewujudkan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, dengan cara pendekatan ke masyarakat.

Program PRM yang di cetuskan Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH pada akhir tahun 2019 lalu ini menjadi program unggulan dengan tujuan untuk menciptakan kedekatan masyarakat terhadap polisi, serta untuk menghilangkan Stigma negatif masyarakat terhadap polisi selama ini yakni, bahwa masyarakat cenderung takut dengan polisi.

Selain itu, progam PRM juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh personel kepolisian, mulai dari Kapolres, Wakapolres, sampai dengan jajaran paling bawah, untuk turun ke tengah masyarakat menyentuh seluruh lapisan masyarakat baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh pemuda di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.

Sejak program PRM di launching di Kota Tanjungbalai pada bulan Oktober 2019 lalu hingga saat ini, masyarakat masih menanti jawaban akankah program PRM mampu merubah stigma negatif masyarakat terhadap polisi khususnya di Kota Tanjungbalai.

Masyarakat Tanjungbalai secara personal sangat mengapresiasi adanya program Polisi Rindu Masyarakat (PRM) oleh Polres Tanjungbalai, dengan harapan melalui program PRM itu bisa memposisikan polisi sebagai bagian dari masyarakat, sehingga polisi bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Selain itu juga masyarakat berharap, melalui program PRM ini harus mampu memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas nya sehari-hari.

Salah satu keinginan masyarakat yang juga bisa menjadi strategi dan konsep yang dilaksanakan polisi melalui program PRM ini yaitu dengan terlibat langsung dalam keadaan sosial di masyarakat, diantaranya terlibat langsung dalam kegiatan sosial suka maupun duka, keagamaan serta kegiatan kebudayaan adat istiadat di tengah masyarakat.

Namun pada sebagian kelompok masyarakat meyakini bahwa seiring berjalannya waktu, program PRM di Kota Tanjungbalai diyakini mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat dan merubah stigma negatif masyarakat bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri dan siap memberikan pelayanan prima serta memberikan kepastian hukum, keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

"Dengan lebih sering polisi hadir di tengah masyarakat, kita sangat yakin akan mampu merubah stigma negatif masyarakat selama ini terhadap polisi. Masyarakat telah melihat bagaimana kepedulian polisi terhadap warganya. Polisi bersedia meluangkan waktunya untuk menyambangi, bersilaturahmi dengan elemen masyarakat dan juga bersedia membantu warga yang kurang mampu, lansia atau jompo serta warga yang selama ini luput dari perhatian.

Artinya, meskipun usia program PRM beberapa bulan, saya melihat polisi mulai berhasil menyentuh hati masyarakat. Mudah mudahan apa yang di cita-citakan Kapolres Tanjungbalai melalui program PRM ini bisa tercapai, " kata St. B Hutasoit, salah seorang tokoh masyarakat Tanjungbalai menanggapi program PRM yang selama ini telah aktif di Tanjungbalai. (*)

* Artikel ini mengikuti lomba karya tulis Polres Tanjungbalai
Editor: [email protected]

T#gs lomba karya tulispolres tanjungbalai
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments