Senin, 24 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Opini
  • Bolehkah Praperadilan Bila Penahanan Lewat Batas Maksimal

Konsultasi Hukum

Bolehkah Praperadilan Bila Penahanan Lewat Batas Maksimal

redaksi Selasa, 10 Desember 2019 16:01 WIB
antikorupsi.org
Ilustrasi

Terimakasih atas pertanyaannya
Jawabannya, Boleh! Praperadilan dapat diajukan ke Pengadilan Negeri. Pengadilan Negeri berwenang untuk memeriksa dan memutuskan:

1.Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penghentian peruntukan.
2.Ganti kerugian dan atau rehabilitasi bagi seseorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan.

Maka berdasarkan kasus dimaksud maka dapat ditarik dalil tuntutan
1.Melewati batas maksimal penahanan.
2.Penahanan tanpa bukti yang cukup

Untuk ini, sah atau tidaknya suatu penahanan dapat diajukan oleh tersangka, keluarga atau kuasanya kepada Ketua Pengadilan Negeri.

Sudah diatur dalam undang-undang, penahanan yang dilakukan oleh kepolisian sebagai penyidik hanya 20 (duapuluh) hari dan apabila diperlukan guna kepentingan pemeriksaan belum selesai, dapat diperpanjang 40 (empatpuluh) hari. Jika kepentingan pemeriksaan belum terpenuhi (Pasal 24 KUHAP) maka tersangka harus dikeluarkan dari tahanan sebelum berakhir batas maksimal masa penahanan.

Diatur dalam Undang-undang, perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang terduga melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup. Khawatir melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana.

Penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan oleh penyidik atau penuntut umum terhadap tersangka atau terdakwa dengan memberikan surat perintah penahanan atau penetapan hakim yang mencantumkan identitas tersangka atau terdakwa dan menyebutkan alasan penahanan serta uraian singkat perkara kejahatan yang dipersangkakan. (R3A/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments