Minggu, 05 Apr 2020
  • Home
  • Opini
  • Bandara Kualanamu Aset Deliserdang

Bandara Kualanamu Aset Deliserdang

Aljuriah Hamni Senin, 02 Maret 2020 11:28 WIB
Oleh: Aljuriah Hamni
Kelas XII-IPS2 SMA Negeri 1 Beringin
Pemenang 2 Lomba Menulis Biro Redaksi SIB Tebing Deli


Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Bandara-bandara yang ada di Indonesia adalah pembangunan yang direncanakan dan dikehendaki. Banyak bandara yang berdiri di Indonesia seperti Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh, Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adi Sucipto di Jogja dan Bandara Kualanamu di Medan. Bandara Kualanamu merupakan Bandara Internasional yang menggantikan fungsi Bandara Polonia Medan dan akan menjadi pintu masuk utama ke wilayah Sumatera.

Bandara Kualanamu terletak di Kecamatan Beringin. Bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Pantai Labu, bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Pagar Merbau dan Kecamatan Serdang Bedagai, bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Morawa dan bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Batangkuis. Bandara Kualanamu diresmikan pada tanggal 27 Maret 2014 oleh Preside Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dengan adanya pembangunan Bandara Kualanamu di Kecamatan Beringin secara tidak langsung membawa perubahan yang signifikan terhadap kawasan di sekitarnya. Perubahan infrastuktur yang terjadi di Kecamatan Beringin dan mulai dibangun perkantoran, sekolah di daerah Beringin. Perubahan ekonomi yang terjadi di sekitar Bandara yaitu masyarakat membuka suatu usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga terjadi kemakmuran masyarakat.

Munculnya industri baru merupakan dampak dari pembangunan Bandara Kualanamu sehingga terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dulunya masyarakat yang bekerja sebagai petani sekarang sudah banyak yang bekerja di industri dan di kawasan bandara tersebut. Perubahan sikap masyarakat yang terjadi adalah masyarakat semakin terbuka pikirannya untuk menciptakan suatu produk yang dapat dijual keluar kota ataupu keluar negeri.

Menambah ekonomi masyarakat karena sebagian besar tanah di daerah Kualanamu milik masyarakat Beringin. Mereka diganti rugi pemerintah untuk pembangunan Bandara Kualanamu. Pikiran masyarakat kini lebih terbuka dan cepat menerima informasi yang sedang terjadi. Akses masyarakat Deliserdang lebih cepat untuk berpergian.

Adapun perubahan yang kurang baik dari pembangunan Bandara Kualanamu seperti limbah industri yang akan menyebabkan pencemaran tanah, air dan udara. Asap-asap dari pabrik industri juga akan menimbulkan polusi udara. Bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan daerah Bandara Kualanamu akan mengalami polusi suara. Kemudian, perubahan gaya hidup daan fashion yaitu masyarakat sekitar bandara menjadi tahu cara bergaya tetapi mengakibatkan lunturnya kesopanan dari cara berpakaian.

Dampak negatif yang ditimbulkan akibat pencemaran banyak menimbulkan kematian bagi binatang, dan hilangnya keindahan yang terdapat di sekitar bandara. Hilangnya lingkungan hijau atau berkurangnya lahan pertanian karena alih fungsi lahan yang lakukan untuk pembangunan Bandara Kualanamu. Banyak lahan pertanian yang digunakan untuk tempat berdagang dan usaha lainnya.

Pembangunan Bandara Kualanamu berdampak yang signifikan. Banyak perubahan yang terjadi dan membawa dampak positif seperti perubahan ekonomi sosial dan budaya. Tetapi membawa dampak negatif yang cukup banyak. Masyarakat daerah Deliserdang harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mengikuti perkembangan infrastruktur yang terjadi diwilayah tersebut. Perlunya studi lanjutan terhadap kawasan Bandara Kualanamu di masa yang akan datang.

Pemerataan pembangunan infrastruktur di kawasan sekitar harus dilakukan. Perlunya pedoman perencanaan ruang yang berfungsi sebagai pengendalian dan pemanfaatan ruang yang optimal di sekitar kawasan Bandara Kualanamu. Pemerintah harus juga menjaga keamanan di sekitar Bandara Kualanamu. Dampak yang berlebihan dari perkembangan aktivitas bandara mesti dilakukan.(*)

Editor: Bantors

Editor: Bantors

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments