Sabtu, 17 Agu 2019
  • Home
  • Opini
  • 8 Kali Scudetto Beruntun, Juventus Bikin Rekor Baru di Eropa

8 Kali Scudetto Beruntun, Juventus Bikin Rekor Baru di Eropa

* Ronaldo Tetap di Juventuseka
admin Senin, 22 April 2019 16:32 WIB
SIB/Massimo Pinca/Reuters
Pemain Juventus berpesta usai mengunci titel juara Liga Italia, dengan mengalahkan Fiorentia 2-1 di Allianz Stadium, Sabtu (20/4).
Turin (SIB) -Juventus memastikan gelar scudetto ke-8 secara beruntun usai mengalahkan Fiorentina. Bianconeri menciptakan rekor baru di Eropa.

Juventus mengunci titel juara Liga Italia 2018/2019 di pekan ke-33, saat menghadapi Fiorentina di Allianz Stadium, Sabtu (20/4). Sempat tertinggal, Cristiano Ronaldo dkk berbalik menang 2-1.

Kemenangan itu membuat Juventus mengoleksi 87 poin dari 33 laga, unggul 20 angka dari Napoli. Raihan poin Juventus takkan terkejar lagi dengan menyisakan lima laga. Titel juara pun jatuh ke tangan Juventus.

Bagi Juventus, scudetto musim ini menjadi gelar Liga Italia yang bisa diraih delapan kali secara beruntun. Sejak musim 2011/2012 hingga 2018/2019, tim asal Kota Turin itu tak terbendung pesaingnya.

Capaian ini membuat Juventus membuat rekor baru. Mereka menjadi tim pertama yang mampu meraih gelar juara liga delapan kali secara beruntun, di lima liga top Eropa (Italia, Prancis, Inggris, Spanyol, Jerman).

Rekor sebelumnya adalah klub yang menenangi tujuh gelar liga secara beruntun. Di jumlah itu, ada Lyon yang juara tujuh kali beruntun sejak musim 2001/2002 hingga 2007/2008 dan Juventus yang melakukannya pada 2011/2012 hingga 2017/2018.

Kini, La Vecchia Signora memecahkan rekornya sendiri, untuk membuat rekor baru di Eropa.

Akan Sulit Dipecahkan
Juve kini tercatat sebagai tim yang paling dominan di liga dalam kompetisi papan atas Eropa. Klub asal Kota Turin memecahkan rekor Olympique Lyon yang sebelum meraih tujuh gelar Liga Prancis secara beruntun dari musim 2001/2002 hingga 2007/2008.

"Mengelola kemenangan beruntun yang begitu lama tidak sulit, tetapi pada kenyataannya itu adalah hal yang tidak mungkin. Saya pikir capaian seperti ini tidak akan mungkin terulang lagi, terutama di Italia, di mana sangat sulit untuk memenangkan gelar," kata Wakil Presiden Juventus, Nedved.

"Kami menang dan menang lagi dengan pemain dan pelatih hebat, tetapi di atas semua itu mentalitas Juventus yang menentukan. Seluruh anggota tim layak mendapat pujian, karena ini adalah hal gila untuk memenangkan semua piala ini," ujarnya menambahkan.
Kapan Juara Liga Champions?

Pesta juara Juventus tampak tidak semeriah seperti sebelum-sebelumnya. Di alun-alun utama Turin, dilaporkan hanya sedikit fans yang bernyanyi dan berjoget untuk merayakan gelar juara tim kesayangan mereka. Masih banyak area kosong di lokasi karena tidak terisi penuh oleh Juventini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa gelar juara Liga Italia 'terlalu biasa' bagi Juventus, apalagi setelah berhasil mendatangkan Cristiano Ronaldo di musim panas. Publik Turin bisa jadi mengharapkan pasukan Massimiliano Allegri bisa mempersembahkan trofi juara Liga Champions, yang terakhir kali mampir pada 1996, atau 23 tahun silam.

Di musim 2018/19 ambisi Si Nyonya Besar mesti kembali kandas. Padahal awalnya Juventus digadang-gadang menjadi kandidat kuat juara setelah diperkuat Ronaldo, superstar yang menjadi kunci sukses Real Madrid memenangi Liga Champions dalam tiga musim beruntun.

"Ini adalah sebuah Scudetto dan perlu dirayakan, karena memang tidak mudah dimenangi," Allegri mengatakan usai kemenangan atas Fiorentina.

"Kami mengamankan gelar dengan lima pertandingan sisa dan itu membuktikan betapa bagusnya musim kami. Kami sudah memenangi dua trofi tapi saya menyesal karena tersingkir di Liga Champions."

Juventus tereliminasi di babak perempatfinal usai kalah dari tim nonunggulan Ajax 1-2 (agregat 2-3) di pertandingan leg kedua, tengah pekan ini. Dengan demikian, Juve gagal menuntaskan pekerjaannya meski dalam posisi yang lebih diuntungkan setelah berimbang 1-1 di leg pertama, di Amsterdam.

Sejak terakhir kali juara, pencapaian terbaik Juve ialah dua kali melaju ke final pada 2014/15 dan 2016/17. Namun, dalam dua musim terakhir, paling banter Juve cuma sampai babak delapan besar.

Pada musim depan, Juventus akan kembali berlaga di Liga Champions. Lalu pertanyaannya, 'Kapan Juve bisa mengakhiri puasa gelar kompetisi antarklub se-Eropa paling elite itu?'

Allegri Bikin Rekor
Juventus menjadi kampiun Liga Italia. Hasil itu menghadirkan rekor baru untuk Massimiliano Allegri, yang memenangi scudetto lima kali secara beruntun.

Allegri menjadi pelatih pertama yang memenangi lima gelar scudetto berturut-turut, karena tiga gelar Juve sebelumnya didapat pada era Antonio Conte.

Allegri sekarang memiliki enam scudetto secara keseluruhan, setelah gelar pertamanya bersama AC Milan.

Pelatih 51 tahun itu kini ada di posisi kedua sebagai pelatih terbanyak dengan gelar scudetto. Allegri kalah satu gelar dari Giovanni Trapattoni, yang selanjutnya ada Fabio Capello dan Marcello Lippi dengan masing-masing lima scudetto.

Ronaldo Tetap di Juventus
Sementara itu, Cristiano Ronaldo dirumorkan akan meninggalkan Juventus pada akhir musim ini. Pria asal Portugal itu membantahnya dan menegaskan bakal bertahan.

Ronaldo baru saja berhasil memenangi Liga Italia 2018/2019 bersama Juventus usai mengalahkan Fiorentina 2-1. Ronaldo kini tercatat sudah memenangi tiga gelar liga ditempat yang berbeda, setelah sebelumnya di Premier League dan LaLiga.

Sebelum keberhasilan ini, Ronaldo dikabarkan bakal meninggalkan Juve pada akhir musim. Itu buntut dari kegagalan Juve di Liga Champions.

Menurut media top Italia, Republicca, pesepakbola berusia 34 tahun ini sedang mempertimbangkan masa depannya.

"Saya tetap di Juve, 1.000 (seribu) persen," jawab Ronaldo saat ditanya usai mengalahkan Fiorentina.

"Ini adalah tahun kesuksesan, kami bahagia. Anda tidak bisa menang setiap saat. Kami merasa bisa berbuat lebih banyak dan kami ingin menang, tetapi cuma satu tim yang bisa memenangi Liga Champions," sambungnya.

"Tahun depan adalah lembaran baru, semua fans menginginkannya dan kami juga. Ini adalah trofi penting, sulit untuk meraihnya. Ini tim yang oke dan saya yakin ini musim yang baik," Ronaldo menegaskan. (detiksport/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments