Rabu, 08 Jul 2020
PalasBappeda

Timnas Indonesia Diminta Seperti Barcelona

* PSSI Gulirkan Kompetisi U-15 dan U-17
Minggu, 12 Februari 2017 13:20 WIB
Jakarta (SIB) -Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap kepada Luis Milla Aspas agar menjadikan Timnas Indonesia menjadi seperti klub papan atas La Liga Spanyol, Barcelona. Lantas, apa kata Luis Milla selaku pelatih Timnas Indonesia terkait hal tersebut?

"Prinsip utama saya, pemain merasa nyaman saat bermain di lapangan. Soal gaya apa yang nanti dipakai, kita lihat saja nanti," kata Luis Milla di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Bicara soal timnas juga erat kaitannya dengan kompetisi. Saya akan banyak berdiskusi dengan Indra Sjafri (pelatih Timnas Indonesia U19) dan Fachri Husaini (pelatih Timnas Indonesia U16), untuk menciptakan kesepahaman yang sama," imbuhnya.

"Mereka orang-orang hebat yang sudah melakukan banyak hal buat sepak bola Indonesia," tambah Luis Milla.

Sebelumnya Menpora Imam Nahrawi berharap Luis Milla mampu meramu Timnas Indonesia menjadi tim yang solid dan bergaya atraktif seperti Barcelona "Sesungguhnya ada hal lain di balik penunjukan Luis Milla," buka Imam Nahrawi.

"Selain saya berkomunikasi dengan Menpora Spanyol (Indigo Mendez de Vigo), kami juga ingin melihat semangat perubahan di Barcelona yang mungkin bisa dibawa oleh Luis Milla," lanjutnya.

"Sebab, sepak bola kan menjadi olahraga kegemaran masyarakat. Jika kami melihat kembali kepada proses kelahiran PSSI, sesungguhnya sepak bola menjadi alat untuk menyatukan bangsa," tutup Menpora.

Luis Milla adalah produk asli Barcelona. Ia merupakan salah satu pemain jebolan La Masia atau akademi klub berjuluk El Blaugrana itu. Luis Milla juga sempat menjadi gelandang andalan Barcelona di era 1980-an sebelum menyeberang ke Real Madrid dan gantung sepatu di Valencia.

PSSI Gulirkan Kompetisi U-15 adn U-17
PSSI akan menggulirkan kompetisi usia muda, U-15 dan U-17. Hal ini seperti diutarakan oleh Deputi Sekjen PSSI Bidang Sepak Bola, Fanny Riawan.

Kompetisi tersebut akan diselenggarakan untuk membantu pembentukan timnas U-16 dan U-19. Dengan kompetisi usia muda, pelatih seperti Fachri Husaini dan Indra Sjafri diharapkan lebih mudah mencari pemain.

"Ketika Liga Super (Liga 1) bergulir, kompetisi U-17 dan U-15 akan bergulir juga," kata Fanny Riawan.

Menurut Fanny Riawan, penyelenggaraan kompetisi usia muda sudah menjadi komitemen PSSI. "Jadi bukan hanya semarak di Liga 1, 2, atau 3. Liga untuk usia muda, termasuk Suratin akan dimulai ditambah liga U-15 serta liga wanita."

"Mudah-mudahan tahun depan liganya tambah lagi. Intinya negara yang maju sepak bolanya, harus melakukan investasi jangka panjang dengan liga usia muda."
"Tanpa liga usia muda, output di timnas kurang matang. Kalau 30 kali bermain dan terus dipertahankan bisa baik."

Sementara itu, PSSI kabarnya sudah menyurati Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI untuk menyelenggarakan seleksi pemain dengan batas usia 1 Januari 1999. Para pemain yang lolos dari sejumlah daerah akan diseleksi PSSI lagi.

"Asprov juga akan kami libatkan memutar liga di daerahnya. Nanti babak nasionalnya PSSI yang ambil alih," ujar Fanny Riawan. (sidomi/sportsatu/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments