Jumat, 07 Agu 2020

Ronny Pasla: Pemain Muda Banyak Pencitraan

Selasa, 14 Juli 2020 19:41 WIB
wartakota.tribunnews.com

Ronny Pasla

Jakarta (SIB)
Legenda Timnas Indonesia asal Medan, Ronny Pasla menilai para pesepak bola muda saat ini lebih banyak membuat pencitraan ketimbang prestasi.

Selain meminta untuk mengurangi pencitraan, Ronny juga berharap pada pemain saat ini harus lebih disiplin. Ketimbang pencitraan, menurut Ronny lebih baik terus disiplin menempa diri dengan latihan.

"Asal jangan euforia saja. Jangan pencitraan. Karena hampir semua pemain muda sekarang lebih banyak pencitraan tapi prestasinya tak ada," kata Ronny yang ditemui di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (11/7).

Ketika masih aktif, kenang Ronny, mental pemain bisa terjaga berkat disiplin diri. Bahkan hal-hal kecil seperti terlambat makan, bisa jadi penilaian tersendiri di mata pelatih.

Ronny juga pernah membawa PSMS junior juara Piala Soeratin 1967. Di tahun yang sama, Ronny dipanggil ke senior yang sukses juara Piala Perserikatan 1967. Di level timnas, Ronny ikut membawa Indonesia juara Piala Agakhan di Bangladesh, 1967, Merdeka Games, 1967, peringkat 3 Saigon Cup, 1970, dan Juara Pesta Sukan Singapura, 1972.

Sukses Ronny Pasla bersama skuat Garuda mengalahkan Uruguay 2-1 dan menahan imbang Sao Paulo 1-1 dinilai sebagai hasil kerja keras yang dijalani.

"Dulu kami mental harus kuat, telat makan saja sudah dinilai. Permainan nomor dua. Mental dulu, latihan terlambat sudah jadi perhatian pelatih. Jadi intinya anak-anak sekarang harus disiplin," terang Ronny yang pernah berjuluk Macan Tutul tersebut.

Ronny yang merupakan mantan kiper Timnas Indonesia di era tahun 1960 sampai awal 1970-an itu memberikan perhatian khusus buat pesepak bola Merah Putih yang saat ini berkiprah di luar negeri. Sebut saja, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, hingga Rudolof Yanto Basna.

"Saya setuju pemain berkarier di luar negeri. Asal memang berkembang ya. Pertama kali pemain Indonesia prefesional oke itu di Hong Kong, yakni Rusdiantoro. Saya di Australia tapi enggak jadi karena PSSI tidak kirim. Lalu Riki Yacobi di Jepang," ujar Ronny Pasla. (CNN/R20/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments