Selasa, 04 Agu 2020

Pangeran Arab Batal Beli Newcastle

Sabtu, 01 Agustus 2020 18:23 WIB
© Grafis: Yanto/INDOSPORT

Pangeran Mohammed Bin Salman melalui Dana Investasi Publik Arab Saudi resmi mengundurkan diri dari proses pembelian klub Liga Inggris, Newcastle United.

Newcastle (SIB)
Akusisi Newcastle United oleh konsorsium Arab Saudi akhirnya batal terwujud. Petinggi The Toon Army, Lee Charnley, merespons gagalnya proses pembelian itu.

Pada Kamis (30/7) waktu setempat, upaya akusisi Public Investment Fund (PIF), konsorsium Arab Saudi yang dipimpin Pangeran Mohammed bin Salman, batal terwujud. Padahal, kedua pihak sudah mencapai kesepakatan pada April.

Menurut PIF Arab Saudi, kondisi perekonomian global yang tak menentu karena pandemi virus Corona membuat mereka akhirnya mengundurkan diri. Pihak Arab Saudi berharap ke depannya mereka bisa bekerja sama dengan Newcastle United.

"Dengan apresiasi sedalam-dalamnya untuk masyarakat Newcastle dan terutama kepada klub sepakbolanya, maka kami memutuskan untuk membatalkan proses akuisisi Newcastle United Football Club. Proses akuisisi yang berlarut-larut karena kondisi global yang tak menentu membuat potensi investasi ke depannya menjadi tidak jelas," ujar pernyataan resmi PIF Arab Saudi yang dilansir Sky Sports.

Sementara Direktur Manajer Newcastle, Lee Charnley, membenarkan batalnya akusisi itu. Namun, ia menegaskan bahwa pemilik klub, Mike Ashley, masih berkomitmen untuk menjual klub.

"Kami mengakui pernyataan kemarin. Tidak pernah bilang tidak, tetapi jelas Mike Ashley berkomitmen 100% pada kesepakatan ini. Namun, fokus kami saat ini harus mendukung Steve Bruce (manajer) di bursa transfer dan persiapan musim baru," jelas Charnley kepada Sky Sports.

Kabar PIF ingin membeli Newcastle sendiri sudah terdengar sejak Januari lalu. PIF, yang dibantu pengusaha asal Inggris, Amanda Staveley, sudah menyiapkan dana 300 juta paun.

Rencana itu ditentang banyak pihak. Pasalnya, Arab Saudi, negara asal PIF, dituding banyak punya pelanggaran integritas. Pertama, Arab Saudi dituding punya banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia. Salah satunya adalah kasus tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi, yang sampai saat ini belum menemui titik terang. Mantan tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, sampai mengirim surat ke Premier League agar tidak mengizinkan PIF membeli Newcastle.

Kemudian, Arab Saudi juga dituding membajak hak siar pertandingan Liga Inggris di Timur Tengah. Padahal, Premier League sedang memerangi pembajakan tersebut.

Pada April, kesepakatan PIF dan Newcastle sempat tercapai. Namun, Premier League dan Pemerintah Inggris makin didesak agar tidak mengizinkan proses pembelian, sampai akhirnya kesepakatan benar-benar batal.

Kini, Newcastle kabarnya didekati calon pembeli baru. Miliuner dan bos media asal Amerika Serikat, Henry Mauriss, diklaim tertarik membeli Newcastle. Mauriss juga diklaim punya kekayaan melebihi Pangeran Salman. (Detiksport/d)

T#gs NewcastlePangeran Arab
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments