Senin, 14 Okt 2019

Imbas Ricuh Timnas Indonesia Vs Malaysia

Menpora Imam Minta Maaf kepada Malaysia

admin Sabtu, 07 September 2019 14:38 WIB
SIB/Dok
Menpora RI Imam Nahrawi bertemu dengan Menpora Malaysia Syed Saddiq
Jakarta (SIB) -Kerusuhan suporter saat Timnas Indonesia menjamu Malaysia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 membuat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi turun tangan. Dia menemui Menpora Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman dan meminta maaf.

Laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Kamis (5/9) malam WIB, ditutup dengan kemenangan Malaysia 3-2. Indonesia yang sempat unggul 2-1 di babak pertama kalah.

Belum juga laga dimainkan, suporter tuan rumah justru bikin ulah. Oknum suporter melempari pendukung Harimau Malaya dengan benda keras.

Aksi itu berlanjut di tengah pertandingan dan memburuk setelah Indonesia dipastikan kalah. Suporter Malaysia bahkan kesulitan meninggalkan SUGBK, termasuk Menpora Saddiq.

Imam pun menemui Saddiq pada Jumat (6/9) di hotel di kawasan Jakarta Pusat. Imam menyampaikan permohonan maaf kepada Saddiq atas sambutan tak sportif suporter Indonesia.

"Pagi ini, saya menyampaikan langsung permohonan maaf atas nama masyarakat dan pemerintah Indonesia kepada Pak Menteri Saddiq atas peristiwa yang tidak mengenakkan atas ulah oknum suporter semalam yang kita lihat bersama-sama," kata Imam dalam pidatonya.

"Tentu sepakbola akan terus menyatukan kita semua di muka bumi ini, Persahabatan begitu mendalam antara Indonesia dan Malaysia itu enggak boleh renggang karena sepakbola," ujar Imam.

Kemenpora juga mengirimkan surat permohonan maaf secara resmi kepada pemerintah Malaysia.

Saddiq merespons positif permintaan maaf dari pemerintah Indonesia. Malaysia menjamin keamanan suporter Indonesia dalam laga away Skuat Garuda ke markas Malaysia pada November 2019.

"Pertama, saya ucapkan terimakasih. Kami harus bersama untuk menyelesaikan masalah ini bersama juga. Saya berharap bila Indonesia akan lawan Malaysia pada bulan November, kalau tidak salah, di antara pemimpin PSSI dan FAM kami menolak budaya gengsterisme, kami akan pastikan sepakbola menyatupadukan kita semua, bukan memisahkan," dia menegaskan.

Tengah Malam
Suporter Malaysia dibawa keluar dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tengah malam.

Lima ratusan suporter Malaysia terjebak di lorong SUGBK. Mereka bersembunyi dari amukan suporter tuan rumah usai pertandingan.
Para suporter sudah beranjak dari tribune tim tamu selepas wasit meniup peluit akhir pertandingan. Seluruh suporter langsung berlari menuju lorong pemain.

Suporter Malaysia masuk ke lorong pemain bukan atas ide sendiri, namun arahan dari pihak keamanan pertandingan yang sudah disampaikan sekitar 10 menit jelang akhir pertandingan.

Sekitar tiga jam mereka harus bersembunyi di lorong GBK sejak laga usai pada pukul 21:30 WIB. Tak ada satupun suporter Malaysia yang diizinkan pihak keamanan untuk keluar, sampai kondisi steril dari suporter Indonesia.

Suporter Malaysia pada akhirnya harus dievakuasi dengan bus. Mereka keluar sekitar pukul 0:34 WIB dan langsung diantar ke bandara.

Ada beberapa suporter yang tak ikut bus, melainkan memilih transportasi taksi online. Mereka yang tak masuk rombongan bus dikarenakan masih tinggal beberapa hari lagi di Jakarta. Tujuannya adalah liburan.

"Kami tak dendam. Ini biasa dalam sepak bola. Kami telah terbiasa dalam situasi ini. Kami juga tak ingin provokasi. Makanya, kami tak update perjalanan kami ke sini," kata Khoirul.

"Tak ada dendam juga. Kami ini serumpun. Provokasi terjadi di media sosial. Kami tak ingin membalasnya di Malaysia," sambungnya.
"Saya sering ke Indonesia cuma untuk tonton klub-klub di sini. Saya menonton Persija, Persebaya, Persib. Pendukungnya top. Bagus. Saya senang mereka luar biasa," ungkap suporter setia klub Felda United itu. (detikSport/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments