Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Olahraga
  • Indonesia Antisipasi Serangan "Switch Play" Thailand

Final Piala AFF U-22

Indonesia Antisipasi Serangan "Switch Play" Thailand

admin Selasa, 26 Februari 2019 15:09 WIB
Ant/Nyoman Budhiana
PERSIAPAN TIMNAS U-22 JELANG HADAPI THAILAND : Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri (keempat kanan) memberi arahan kepada pemain dalam latihan menjelang pertandingan babak Final Sepak Bola AFF U-22 di Stadion Nasional Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, Senin (25/2). Timnas U-22 Indonesia akan menghadapi tim Thailand pada babak final 26 Februari 2019.
Phnom Penh (SIB) - Indonesia bertemu Thailand pada final Piala AFF U-22 di Stadion Nasional hari ini, Selasa (26/2) malam pukul 18.30 WIB. Para penggawa tim nasional Indonesia U-22 wajib mewaspadai pola serangan switch play yang kerap diperlihatkan calon Thailand.

"Pelatih bilang kalau Thailand mainnya switch play, saya melihat sendiri juga kalau Thailand bermain seperti itu. Jadi itu yang harus diantisipasi," kata gelandang Muhamad Rafi Syarahil selepas melakoni sesi latihan di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, Senin (25/2).

Switch play secara sederhana dapat diartikan sebagai pola serangan yang kerap memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya dalam waktu cepat untuk membongkar dan membuka celah pertahanan lawan.

Umpan lambung menyilang kerap menjadi tumpuan dalam memindahkan posisi bola ke sisi lapangan yang berlawananan dalam situasi menyerang.

Biasanya untuk mengantisipasi pola demikian, tim yang sedang bertahan harus bisa melakukan kawalan ke setiap sisi lapangan demi menutup jalur umpan silang lambung dan memaksa pemain lawan melakukan umpan-umpan pendek.

Sementara itu, Rafi mengaku bahwa mulai derasnya dukungan kepada Timnas U-22 ketika ia dan rekan-rekannya berhasil mencapai partai final disikapinya bukan menjadi beban.

"Malah jadi motivasi semangat, suporter kan mendukung kita," kata pemain kelahiran 15 November 2000 itu.

"Jadi semakin suporter mendukung membuat kita semakin semangat untuk meraih juara," ujar pemain Barito Putera itu menambahkan.

Rafi juga memastikan ia berada dalam kondisi 100 persen, kendati di laga semifinal menghadapi Vietnam ia sempat mengalami masalah dengan lehernya ketika terjadi perebutan bola dengan lawan.

Thailand Pakai Bek Keturunan Italia
Timnas Thailand U-22 memiliki senjata spesial untuk melawan Timnas Indonesia U-22. Dia adalah bek dengan tinggi hampir dua meter keturunan Italia, Marco Ballini.

Ballini bersama kapten tim Saringkan Promsupa merupakan duet kunci sukses Thailand hingga melangkah ke babak final Piala AFF U-22 2019. Berkat duet bek tengah itu timnas Thailand U-22 tidak pernah kebobolan hingga memasuki babak final.

Ballini merupakan bek keturunan Italia yang lahir di Bologna pada 12 Juni 1998. Terlahir dari ayah asal Italia dan ibu asal Thailand, Ballini memulai karier sepak bola di tim akademi AC Cesena.

Dengan tinggi 198 sentimeter, Ballini memiliki pergerakan yang tenang dan lugas sebagai bek tengah. Ballini juga bisa menjadi andalan Thailand untuk mencetak gol lewat skema bola-bola mati. Ballini menjadi eksekutor terakhir timnas Thailand U-22 saat mengalahkan Kamboja di babak semifinal lewat adu penalti.

Penampilan duet Ballini dan Promsupa di lini belakang Thailand U-22 membuat pelatih Alexandre Gama tenang jelang menghadapi Timnas Indonesia U-22 pada final Piala AFF U-22 2019.

"Saya lega kami lagi-lagi tidak kebobolan. Saya tahu kami bisa bermain lebih baik jika mampu melakukan penguasaan bola lebih banyak. Tapi, hal itu bisa terus kami perbaiki di pertandingan berikutnya," ucap Gama usai mengalahkan Kamboja dikutip dari situs resmi AFF. (Ant/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments