Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Olahraga
  • Hindari Peralatan Telat Datang, KONI akan Buat Daftar Rekanan Mampu

Hindari Peralatan Telat Datang, KONI akan Buat Daftar Rekanan Mampu

Rabu, 22 Januari 2014 09:55 WIB
Jakarta (SIB)- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat akan melakukan berbagai cara untuk menghindari peralatan atlet yang terlambat datang. Salah satunya caranya dengan membuat Daftar Rekanan Mampu (DRM).

Seperti diketahui, dana bukan menjadi satu-satunya masalah yang dihadapi para atlet saat persiapan SEA Games Myanmar 2013. Keterlambatan datangnya peralatan latihan maupun peralatan pertandingan juga mengganggu persiapan atlet.

Persiapan yang tak ideal akhirnya membuat para atlet tak bisa tampil maksimal dalam pertandingan atau perlombaan. Akibatnya, Indonesia cuma menempati peringkat keempat di SEA Games lalu.

KONI tak ingin kejadian tersebut terulang dalam persiapan menuju Asian Games 2014 dan multievent lainnya. Mereka pun berencana membuat Daftar Rekanan Mampu (DRM). Daftar itu terdiri dari perusahaan-perusahaan olahraga yang telah direvitalisasi.

"Dari hasil evaluasi SEA Games lalu tentu kita tak ingin masalah itu terjadi lagi. Seperti perlengkapan dan peralatan yang terlambat," ucap Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, ketika ditemui di kantornya, Senin (20/1).

"Tapi nanti kita akan membuat Daftar Rekanan Mampu, di mana perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan olahraga, yang pernah menjadi rekanan sampai sekarang, itu akan kita revitalisasi lagi."

"Jadi, KONI akan menyusun perusahaan mana saja yang kira-kira dinilai layak untuk ikut lelang, dan ada blacklist untuk perusahaan yang tidak bisa ikut lelang. Contohnya, ada perusahaan tapi nggak punya kantor, nggak punya gudang, nggak punya referensi sebagai agen, itu akan kita lihat lagi."

Dalam prosesnya, Tono menyebut, setiap multievent akan dilakukan pengadaan peralatan. Hal ini karena tidak semua cabang ikut dalam satu multievent.
"Jadi harus jelas pengalokasian," katanya.

"Yang kemarin itu lama karena birokrasi yang terlalu panjang. Itu sebenarnya bisa kita perpendek, artinya sebelum membeli alat kita mengundang rekanan mampu itu."

"Konsep kita ini akan usulkan ke pemerintah. Karena kalau konsep sudah ada akan lebih mudah pengadaannya. Jadi tidak perlu menunggu dana cair, yang harus menunggu dua sampai tiga bulan. Jadi yang menang tender dari lelang dapat SPK (Surat Perintah Kerja), dan langsung mencari peralatan sesuai spesifikasi kebutuhan atletnya," tutup Tono. (detiksport/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments