Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Olahraga
  • Gubsu Beri Tali Asih Kepada Atlet Peraih Emas di SEA Games

Gubsu Beri Tali Asih Kepada Atlet Peraih Emas di SEA Games

Rabu, 15 Januari 2014 13:13 WIB
SIB/Int
Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi
Medan (SIB)- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho bangga atlet dan pelatih asal Sumut mampu  menyumbangkan sumbangsih bagi bangsa dan negara, meski Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  (Pemprovsu) belum mampu mengalokasikan pengadaan sarana dan prasarana olahraga seperti diharapkan.

“Prestasi yang kalian torehkan jelas merupakan kebanggaan bagi kami. Apalagi kalian adalah asli putra putri Sumut, bukan atlet yang “diimpor” dari provinsi lain,” jelas Gatot Pujo Nugroho pada pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih asal Sumut  yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia di SEA Games XXVII di Myanmar, Senin (13/1) di Gubernuran Jalan Sudirman Medan.

Total tali asih yang diberikan senilai Rp 290 juta untuk 14 atlet dan 6 pelatih. Nilai yang diberikan bervariasi, untuk peraih medali emas, perak dan perunggu perorangan masing-masing mendapat Rp 25 juta, Rp 15 juta dan Rp 10 juta. Sedangkan bagi penyumbang medali emas, perak dan perunggu beregu masing-masing Rp 15 juta, Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta. Demikian juga untuk pelatih, bervariasi antara Rp 7,5 juta dan Rp 5 juta.

Pada acara yang turut  dihadiri Kadispora Sumut Khairul Anwar Lubis, Sekretaris Disporasu Sakiruddin, Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis, Wakil Ketua II Agung Sunarno dan Sekum Chairul Azmi Hutasuhut, Wakil Bendahara TP Sihombing  serta pengurus KONI Sumut lainnya, Gatot meminta kepada atlet dan pelatih untuk tidak melihat jumlah tali asih yang diberikan. “Ini sebagai bentuk kepedulian, apresiasi dan rasa bangga kami terhadap kalian putra – putri Sumatera Utara yang memberi sumbangsih bagi  bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia berharap, para atlet tidak merasa puas. Tapi harus lebih giat berlatih atau membekali diri sehingga meraih prestasi lebih tinggi. “Kami berharap kalian dan atlet Sumut lainnya  lolos seleksi dan bisa berprestasi di SEA Games Korsel November 2014,” harap Gatot.

Mencontoh Dunia Olahraga
Pada bagian lain, Gatot yang dikenal andal bermain futsal, mengajak seluruh elemen masyarakat mencontoh dan menjadikan semangat serta filosofi olahraga menjadi nafas dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di  2014 yang disebut-sebut banyak orang sebagai tahun politik.

Dikatakan, olahraga merupakan bahasa universal. Melalui olahraga semua  kebekuan bisa mencair. Olahraga mengajarkan kita senantiasa berlaku dan bersikap sportif, dan meninggalkan warisan yang sangat besar nilainya yakni persahabatan/persaudaraan.

“Kita berharap, kalaupun 2014 ini menjadi tahun politik, tapi para politikus dan semua pihak juga bisa bersikap seperti para olahragawan, jual beli pukulan di ring tinju, saling kejar bahkan terkadang saling sikut di lapangan hijau, tapi setelah gong berbunyi atau wasit meniup pluit panjang, nuansa persaingan pun berakhir dan berganti menjadi saling rangkul, karena kita semua adalah bersaudara,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Gatot juga mohon doa dan dukungan para atlet, pelatih serta seluruh masyarakat Sumut gar provinsi yang kita cintai ini memenangkan bidding tuan rumah PON XX/2020 yang akan dilaksanakan Februari 2014.

“Tekad dan keinginan kita menjadi tuan rumah PON XX/2020 sudah bulat.Karenanya kita mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat untuk mewujudkan keinginan tersebut,” ujarnya.

Secara terpisah Tim Manajer Karate Indonesia asal Sumut  Zulkarnaen Purba ketika ditemui mengucapkan terimakasih atas atensi yang diberikan Pemprovsu dan KONI Sumut.

Ia berharap, dukungan dan apresiasi dari Pemprovsu tetap berkelanjutan, khususnya mengenai lapangan kerja bagi pelaku olahraga. Hal ini tambahnya, sejalan dengan keinginan Gubsu Gatot Pujo Nugroho agar Sumut mempertahankan “trade made”nya tidak mengimpor atlet dari provinsi lain.

”Selama ini kepindahan atlet  Sumut ke provinsi lain selalu terkait masalah pekerjaan. Memang belum lama ini ada porsi PNS bagi atlet, tapi kuotanya terlalu kecil. Ke depan, kita berharap Gubsu bisa menggunakan otoritasnya menambah jumlah kuota atlet menjadi PNS,” ujar Zul dengan gayanya yang khas, tegas dan lugas.

Adapun 14 dari 23 atlet Sumut yang mendapat tali asih, Lindswell (emas wushu), Juwita Niza Wasni (emas dan perunggu  wushu) dan Jintar Simanjuntak (emas perorangan dan perunggu beregu karate), Indra Gunawan (emas beregu dan perak perorangan renang), Dasmantuah Simbolon (perak wushu), Donny Dharmawan (perak perorangan dan perunggu beregu karate), Heka Mayasari (perak gulat), Srunita Sari S (perak perorangan dan perak beregu karate), Indah Mogia Angkat (perak beregu dan perunggu perorangan karate), Basukki Nugroho (perunggu taekwondo), Harba Sibuea (perunggu wushu), Jaka Kurniawan (perunggu beregu), Bebby Eka Paksi (perunggu polo air), Sivester Gober Manik (perunggu polo air).
Sementara Pelatih yakni Zulkarnaen Purba, Delifunus Rumahorbo (keduanya dari karate), Sandri Liong (wushu taolu),  Nerry Agus Manullang (wushu sanda), Supriyadi (polo air) dan Achmad Fadil (biliar). (R8/f)

T#gs Gubsu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments