Minggu, 27 Sep 2020
  • Home
  • Olahraga
  • Didier Drogba Pesepakbola yang Lebih Hebat dari Presiden

Didier Drogba Pesepakbola yang Lebih Hebat dari Presiden

redaksisib Rabu, 15 April 2020 20:12 WIB
Jakarta (SIB)
Didier Drogba tidak saja hebat di lapangan semasa bermain, tetapi juga di luar lapangan, bahkan hingga saat ini.


Beragam penghargaan individu serta trofi dikoleksi di sepanjang kariernya bermain di Eropa, Asia, dan Amerika.

Drogba memulai karier di Prancis bersama Le Mans. Ia lalu meroket saat bermain di Olympique Marseille pada 2003. Jose Mourinho yang jadi pelatih Chelsea ketika itu 'mencium' kualitas Drogba dan memboyongnya ke London pada 2004.

Striker kelahiran Abidjan, Pantai Gading, itu jadi salah satu kunci sukses Mourinho bersama The Blues. Gelar Liga Inggris diraih Drogba bersama Chelsea pada dua musim pertamanya.

Puncak karier Drogba di Stamford Bridge terjadi di pengujung kontrak dengan The Blues. Trofi Liga Champions dipersembahkan Drogba untuk Chelsea sebelum pindah ke Shanghai Shenhua pada 2012.

Drogba hanya setengah tahun di Liga Super China sebelum memutuskan kembali ke Eropa bersama Galatasaray. Satu setengah musim di Turki, ia kembali ke Chelsea dan menutup kariernya di Amerika bersama Phoenix Rising setelah sebelumnya berkostum Montreal Impact dan Arizona United.

Pemain Terbaik Inggris, Pemain Terbaik Afrika, top skor Liga Inggris, masuk ke jajaran 11 pemain top dunia pernah dialami Drogba. Dogra juga jadi pemain Afrika pertama yang mencetak 100 gol di Liga Inggris. Total 18 trofi diraih Drogba selama bermain bola. Drogba tidak saja kebanggaan Pantai Gading, tetapi juga idola Afrika.

Kesuksesannya di atas lapangan membuat Drogba meraih banyak uang lewat kontrak bersama klub dan juga iklan serta sponsor.
Meski ditakuti bek-bek dan kiper lawan, namun Drogba merupakan sosok yang murah hati. Drogba tidak lupa dengan kehidupan sosialnya. Kekayaannya ia gunakan untuk membantu masyarakat di Pantai Gading.

Melalui Yayasan Didier Drogba, pria 42 tahun itu membangun lima rumah sakit khusus ibu dan anak di seluruh Pantai Gading. Sebagai duta PBB, Drogba juga memberikan sumbangan untuk korban tambang di Turki.

Yang terbaru, Drogba menawarkan rumah sakit yang dimilikinya menjadi pusat perawatan pasien yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Aksi yang tidak kalah penting yang pernah dibuat Drogba adalah mendamaikan perang saudara di Pantai Gading.

Usai timnas Pantai Gading lolos ke putaran final Piala Dunia 2006, Drogba dan skuat timnas berlutut meminta rakyat Pantai Gading mengakhiri perang yang ketika itu merenggut 4 ribu nyawa dan lebih dari 1 juta orang mengungsi. Drogba memegang mikrofon dan meminta perdamaian tersebut.

Drogba adalah pahlawan sebenarnya. Bintang bagi klub dan juga bintang kemanusiaan. Bahkan, karena kehebatan Drogba, ada salah satu wilayah di Abidjan menggunakan nama Drogbakro.

Pemimpin wilayah Drogbakro, Kouassi Augustin, menyebut seluruh penduduk di daerah itu sangat mengidolakan Drogba. Augustin juga tidak segan mengatakan ketenaran Drogba melebihi Presiden Pantai Gading saat itu, Alassane Ouattara.

"Kami tidak butuh pemilihan untuk mencari tahu jawabannya. Drogba lebih besar dari presiden. Drogba adalah Pantai Gading," ucap Augustin. (CNNI/f)
T#gs ChelseaDidier DrogbaPesepakbololahraga
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments