Kamis, 14 Nov 2019

Bonek Kritik Jargon Manajemen Persebaya

Admin Jumat, 28 Desember 2018 16:31 WIB
Jakarta (SIB) -Pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, habis-habisan mengkritik klub berjulukan Bajul Ijo tersebut atas jargon manajemen 'Bangga Beli yang Asli'.

Pentolan Bonek, Andie Peci, menilai jargon tersebut tidak sesuai dengan kenyataan Persebaya gagal merekrut kembali Andik Vermansah, Evan Dimas, dan Hansamu Yama yang merupakan pemain-pemain jebolan klub internal The Green Force. Ia mengatakan saat ini mulai marak gerakan untuk boikot beli barang di Persebaya Store.

"Sebenarnya yang paling dikritik Bonek adalah Persebaya selalu mendengungkan soal jargon 'Bangga Beli yang Asli' yang menjadi bagian dari bisnis mereka. Nah, Bonek sekarang lagi mengkritik itu habis-habisan. Jargon itu artinya mutlak hanya untuk kepentingan keuntungan PT Persebaya," kata Andie, Kamis (27/12).

"Pemaknaan jargon itu terbantahkan ketika Persebaya tidak serius atau berhasil membeli pemain yang asli, khususnya yang berasal dari klub internal yaitu Evan Dimas, Andik, dan Hansamu. Itu kan yang sekarang Bonek lagi kritik: PT Persebaya tidak mampu menunjukkan sesuatu yang konsisten terhadap jargon 'Bangga Beli yang Asli'," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Madura United telah resmi mendatangkan Andik dari Kedah FA sedangkan Barito merekrut Evan dari Selangor FA. Sementara Hansamu yang musim lalu membela Barito, belum memastikan langkah untuk musim depan.

"Kalau soal harga [pemain], kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam proses negosiasi. Logika sederhana: Kalau memang ukurannya uang, tidak mungkin [Persebaya tidak bisa mengikuti langkah] Madura United yang mampu membeli Andik Vermansah dan Barito beli Evan Dimas. Itu kalau ukuran keuntungan, bagaimanapun juga Persebaya lebih besar daripada Barito dan Madura United," ucap Andie.

"Kritikan kami yang terakhir, kami menyampaikan ke manajemen soal bahwa kita tidak bisa memaknai industri sepak bola itu sebatas untung dan rugi. Tapi sepak bola menurut versi suporter adalah tentang rasa, cinta, dan sebagainya. Kalau jargon-jargonnya seperti itu, ini kan kontradiktif dengan apa yang dilakukan klub," ucapnya melanjutkan.

Persebaya, lanjut Andie, menganggap suporter konsumen. Akan tetapi, ia tidak merasa suporter mendapatkan pelayanan yang baik ketika masuk stadion.

"Toilet dan sebagainya masih kotor, akses susah, banyak hal yang membuat suporter belum nyaman datang ke stadion," ujar dia.

Sementara manajer Persebaya Candra Wahyudi enggan menjelaskan kebijakan maupun pertimbangan dari tidak merekrut Andik dan Evan untuk musim depan. Ia berdalih akan ada waktu yang tepat untuk memberikan penjelasan tentang hal itu.

"Nanti ada waktunya untuk kami sampaikan hal tersebut. Pasti ada pertimbangan dan kriteria, nanti kami akan sampaikan di hari-hari baik. Nanti kami akan sampaikan semuanya," ujar Candra. (CNN/f)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments