Rabu, 19 Jun 2019

Menag Harap Pelaksanaan Haji Khusus 1440H Lebih Baik

admin Jumat, 14 Juni 2019 17:34 WIB
Kemenag
TERIMA: Menag Lukman Hakim Saifuddin menerima pengurus Permusyawaratan Antar Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) di Jakarta, Rabu (12/6).
Jakarta (SIB) -Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan harapannya agar penyelenggaraan ibadah haji khusus tahun 1440H/2019M dapat terselenggara dengan lebih baik. Hal ini disampaikan Menag saat menerima pengurus Permusyawaratan Antar Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) di Kantor Kemenag Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Jakarta.

Menag menyambut baik berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah haji khusus dan umrah Indonesia. Sama seperti tahun lalu, kuota haji khusus pada musim haji 1440H/2019M yang akan datang sebanyak 17 ribu jemaah. "Alhamdulillah, jika memang kondisinya demikian, semoga penyelenggaraan ibadah haji khusus tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Menag, Rabu (12/6).

Sebelumnya, kepada Menag, Ketua harian PATUHI Artha Hanif melaporkan, bahwa pemerintah Arab Saudi telah menetapkan biaya penyelenggaraan haji khusus untuk tahun ini tidak mengalami kenaikan.

Selain itu, maktab 72, 73 dan 111, 113 juga hanya akan diperuntukkan bagi jemaah haji khusus Indonesia tanpa berbagi dengan jemaah haji negara lain.

Sekjen PATUHI Muharom Ahmad mengatakan bahwa PATUHI sebagai representasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Indonesia, akan dilibatkan secara langsung oleh pemerintah Arab Saudi untuk turut mengawasi pelaksanaan kontrak PIHK dengan muasasah.

"Saat ini di Indonesia terdapat 230 PIHK 158 konsorsium," ujarnya.

Sedangkan untuk ibadah umrah, ia mengatakan bahwa tahun ini pemerintah Arab Saudi memberikan kelonggaran batas waktu hingga tanggal 30 Syawal.

Menag juga berpesan agar optimalisasi kuota haji khusus dapat dimungkinkan tanpa mengesampingkan prinsip keadilan.
"Karena kuotanya terbatas, sedangkan animo masyarakat besar, maka diberlakukan urut kacang, jika memang jemaah yang urutannya batal berangkat, maka urutan selanjutnya dapat mengisi kuota tersebut," ujar Menag.

Hadir mendampingi Menag, Dirjen PHU Nizar, Staf Khusus Menag Hadi Rahman, Sekretaris Ditjen PHU Ramadan, Dirbina Haji Khusus dan Umrah Arfi Hatim, Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Khusus Noer Aliya Fitra. (Kemenag/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments