Selasa, 04 Agu 2020

Menag: Salat Idul Adha dan Kurban Harus Patuhi Protokol Kesehatan

* Masjid Istiqlal Berencana Gelar Salat Idul Adha
Jumat, 03 Juli 2020 18:31 WIB
Foto Dok/Fachrul Razi.

Fachrul Razi.

Kupang (SIB)
Kementerian Agama menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H/2020M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Panduan tersebut terbit dalam bentuk Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020 yang ditandatangani hari ini oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

"Pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban juga harus mematuhi protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat," kata Menag, Selasa (30/06).

Ia menambahkan, salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh Pemerintah Daerah/ Gugus Tugas Daerah.

Menag berharap, edaran yang dikeluarkan dapat menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan tatanan kenormalan baru atau new normal. "Dengan begitu, pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid 19,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam edaran tersebut akan dilakukan oleh Aparat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kantor Urusan Agama Kecamatan bersinergi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan instansi terkait.

Istiqlal Berencana Gelar
Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan adanya kemungkinan penyelenggaraan sholat Idul Adha di Istiqlal pada akhir Juli. Namun semua itu tergantung proses renovasi yang hingga saat ini masih dilakukan.

Proses renovasi Istiqlal secara keseluruhan diklaim telah nyaris rampung. Diperkirakan pengerjaan akan tuntas pada pertengahan atau akhir Juli. Namun, keputusan akhir soal pelaksanaan sholat Idul Adha menunggu instruksi Prof Nasar.

"Minggu ini baru dipastikan, karena masih renovasi besar-besaran. Rencananya iya (adakan sholat Idul Adha) tapi masih ada yang belum tuntas, kepastiannya kami rapat kooordinasi dulu, finalnya Ahad depan," kata Prof Nasar, Rabu (1/7).

Proses renovasi Istiqlal dimulai pada Mei 2019 dengan target pengerjaan selama 10 bulan. Tapi pengerjaannya molor akibat pandemi Covid-19. Ketika virus itu mewabah di ibu kota, jumlah pekerja dikurangi dan banyak dari mereka yang pulang kampung. Ketika kondisi sedikit mereda, mereka malah kesulitan untuk kembali karena adanya pembatasan perjalanan. Jika batal melaksanakan sholat Idul Adha, maka itu akan jadi kali pertamanya terjadi di Istiqlal sejak diresmikan pada 1978.

Di sisi lain, Istiqlal tetap mengadakan pemotongan hewan kurban terlepas salat Idul Adha diadakan atau tidak. Pengurus Istiqlal siap menerima, memotong sekaligus menyalurkan hewan kurban.

Selama proses pemotongan kurban hingga penyalurannya, pengurus Istiqlal berkomitmen menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Diharapkan para penerima hewan kurban juga mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama. (Kemenag/Rep/p)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments