Rabu, 18 Sep 2019

KH Zulfiqar Hajar Lc:

Banyak Perubahan Fasilitas di Tanah Suci

admin Jumat, 06 September 2019 20:24 WIB
SIB/Yogie S
TEMPAT BERSEJARAH: Pimpinan Majelis Taklim/KBIH Jabal Noor Al Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc ketika membawa rombongan jemaah haji kloter 8 Embarkasi Medan berkeliling Masjid Nabawi sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kawasan itu baru-baru ini.
Medan (SIB) -Pimpinan Majelis Taklim/KBIH Jabal Noor Medan Al Ustadz KH Zulfiqar Hajar Lc mengatakan, banyak perubahan fasilitas di Tanah Suci pada tahun 2019 ini.

Hal itu dikemukakannya kepada wartawan di Medan, kemarin, tentang perubahan di Tanah Suci pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H/2019.

Menurutnya, pada beberapa tahun lalu ada namanya gedung Asmaul Husna yang berdekatan dengan Muvin Pik di Madinah, kini dihancurkan rata dengan tanah sampai ke ujung bangunannya.

Namun, lanjutnya, ada bangunan yang tidak boleh dihancurkan, yakni Gedung Bani Saqifah dan Bani Saidah sebagai tempat bermusyarah dan dibaitnya Abu Bakar Shiddiq RA sebagai khalifah pertama setelah wafatnya Rasulullah SAW.

"Di Madinah sekarang ada gedung Museum Alquran yang sudah berdiri sejak zaman Khalifah Utsman bin Affan RA," ujarnya ustadz dan ulama kondang ini.

PROGRAM HAJI JABAL NOOR
Ketika berbicara tentang program haji Majelis Taklim/KBIH Jabal Noor tahun 1440 H/2019 M ini, menurutnya, berjalan sesuai program, bahkan seluruh program kegiatan berjalan lancar seperti program ke Bukit Noor (Jabal Noor) yang di puncaknya terdapat Gua Hira' tempat Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu Alquran dari Allah SWT.

Diceritakannya, ada seorang jamaah Jabal Noor bernama Zeni Sutardi berusia 87 tahun ikut naik sampai ke puncak Jabal Noor, namun dia tidak bisa masuk ke Gua Hira', karena ramai dan padatnya jamaah lain.

"Sebenarnya dengan usia begitu dia tidak wajar mendaki bukit setinggi itu, namun dia merasa senang akhirnya dia ikut mendaki. Bahkan, sekembalinya dari mendaki dia semakin sehat. Karenanya, dia merasa gembira bergabung dengan Majelis Taklim/KBIH Jabal Noor. Di Jabal Rahmah berada di kawasan Arafah seorang jamaah wanita yang termasuk berusia lanjut naik ke Jabal Rahmah. Ini tidak disangka jamaah lain, ibu tua itu sanggup ke Jabal Rahmah," jelasnya.

KH Zulfiqar Hajar juga menjelaskan tentang rombongan berziarah ke Kota Thaif dan sekarang jamaah haji yang ke Mina untuk melontar jumroh tanpa singgah di Muzdalifah lagi. Berdasarkan penetapan Pemerintah Arab Saudi Mina Jadid itu juga Muzdalifah.

Masalah ini perlu dibahas ahli-ahli hukum Islam di Indonesia. Mengenai ziarah ke Raudhah sekarang diberlakukan 3 shift.
Alhamdullah Maktab Kloter 8 Embarkasi Medan di Madinah berada di Hotel Fairoz cuma berjarak 50 meter dari Masjid Nabawi,"sebutnya.

Mengenai lokasi penyembelihan hewan qurban di Hudaibiyah kondisi tempatnya relatif baik. Namun masalahnya, sekarang hewan-hewan yang hendak disembelih diperlakukan kurang baik. Bahkan, hewan-hewan itu diserat. Karenanya, masalah ini perlu menjadi perhatian Pemerintah Arab Saudi.

PROGRAM UMRAH
Sedangkan bagian akhir penjelasannya, KH Zulfiqar Hajar mengatakan, dia bersama istri Umi Hj Siti Madurah akan membawa rombongan jamaah umrah selama 13 hari mulai 3 November menumpang pesawat Saudi Arabian bersama PT Gadika Expressundo Tour & Travel Medan pimpinan Al-Ustadz HM Nasir Lc MA.

'Dalam umrah ini saya akan mengajak jamaah menziarahi Museum Alquran di Madinah dan Kota Thaif. Bagi yang ingin bergabung dapat mendaftarkan diri ke Majelis Taklim/KBIH Jabal Noor Jalan Ngalengko No 13 Medan dengan kontak person 08126020540," sebutnya. (R6/rel/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments