Jumat, 18 Okt 2019

Tidak Unggul Segalanya

* Oleh : Upa. Madyamiko Gunarko Hartoyo
Sabtu, 12 November 2016 17:26 WIB
Menjadi sifat umum manusia, saat keberhasilan datang seseorang sering menjadi sombong. Timbul ego besar yang cenderung berpikir bahwa dirinya layak mendapatkan imbal balik yang lebih besar, pekerjaan yang lebih baik, kekasih yang lebih baik, atau teman-teman yang lebih menarik dan lebih berkelas atas kesuksesan yang dimilikinya. Sesungguhnya dalam kesuksesan,kerendahan hati seseorang akan diuji. Tanpa disadari  jika terus-menerus menganggap diri terlalu baik atau unggul, orang lain akan menjadi "alergi" dan menghindari.

Saat kita berhasil, jangan pernah menganggap diri hebat namun tetaplah rendah hati, karena dengan seperti itu berkah akan tetap menghampiri.  Alasannya sederhana saja, kalau sombong maka banyak yang nggak suka. Sebaliknya jika rendah hati maka banyak yang senang dan nyaman bersama kita. Harta dan kesuksesan yang dimiliki tidaklah abadi dan justru akan menenggelamkan seseorang jika menyombongkan diri.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang terbaik dan terunggul di dalam segala sesuatu. Senantiasalah memiliki pola pikir yang lebih rendah hati,  terimalah kenyataan bahwa memang diri kita bukanlah orang yang terbaik atau terunggul di dalam segala sesuatu, atau bahkan di dalam satu hal pun. Orang-orang yang mempraktikkan kerendahan hati adalah orang-orang pertama yang mengakui bahwa mereka tidak mengetahui segala sesuatu. Apakah itu berupa masukan dari seorang teman atau rekan kerja, sangatlah penting agar selalu bersikap terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan dan pengetahuan yang baru. Biarkan orang lain melihat bahwa mereka dapat memberikan/membagikan banyak hal kepada kita, dan hindari bersikap keras kepala seolah-olah yang paling memahami segala sesuatu. Bahkan jika yakin bahwa memiliki keahlian dalam suatu hal, ingatlah bahwa kita selalu harus  belajar lebih banyak. Senantiasa belajar dari kehidupan adalah sikap yang rendah hati.

Dalam ajaran Manggala Sutta, Sang Buddha menguraikan rendah hati merupakan salah satu dari tiga puluh delapan berkah utama bagi kebahagiaan hidup. Orang-orang yang mempraktikkan kerendahan hati secara alamiah adalah orang-orang yang optimis, karena mereka tidak membuang-buang waktu untuk mengeluhkan hal-hal buruk yang menimpa diri mereka atau untuk menunda-nunda melangkah ke depan. Orang-orang yang rendah hati tidak berharap diberikan hal-hal baik dan indah di hadapan mereka, tetapi mereka percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi pada diri mereka jika mereka berusaha meraihnya. Seseorang yang memiliki sifat rendah hati mendapat berkah karena walaupun bangga atas apa yang telah dicapai, namun tetap ingin bertumbuh menjadi lebih baik.  Kerendahan hati menjadikan seseorang memiliki kemampuan mengakui kelemahan diri dalam hal berbagai hal sehingga membuat seseorang ingin bekerja keras untuk memperbaikinya.

Seseorang yang mempercayai bahwa mereka telah mengetahui segala hal dan lebih baik dari siapapun cenderung sulit  untuk mempertahankan sikap keterbukaan untuk belajar dari orang lain dan menerima ajaran yang lebih tinggi. Di sini, Buddha mengingatkan kita bahwa harga diri dan kesombongan adalah dua masalah terbesar dalam menimbulkan perkembangan spiritual. Oleh sebab itu merupakan berkah tertinggi untuk senantiasa bersikap rendah hati.

Kerendahan hati menjadi rahasia dari kebijaksanaan, kekuatan dan pengetahuan. Kerendahan hati tidak akan membuat seseorang terhina, justru kerendahan hati  akan membuat seseorang lebih terhormat dihadapan orang lain. Dengan kerendahan hati yang dimiliki membuat orang disekeliling kita menjadi banyak yang simpatik dengan sifat kita karena sifat ini sangat bertolak belakang dengan sifat sombong yang banyak tidak disukai orang. Sifat ini membuat orang ingin berteman dengan kita dikarenakan orang yang mempunyai sifat ini sangat bermanfaat bagi teman-temannya sendiri yang membawa citra positif bagi orang yang menilai pertemanan mereka. Sifat rendah hati memberikan rasa hormat dari orang lain yang telah mengetahui tentang kelebihan yang dimiliki yang tak pernah kita sombongkan.

Kerendahan hati dapat dipraktekkan dengan menjadi seorang sukarelawan. Dengan terbiasa untuk menyumbangkan waktu dan kemampuan sebagai seorang sukarelawan, kita akan memiliki kehidupan yang lebih rendah hati. Menjadi sukarelawan dapat membantu diri seseorang untuk tetap memiliki sikap bersyukur dan membantu orang lain yang membutuhkan.

Kita tidak perlu terganggu ketika seorang berlaku kasar, curang, menipu atau tidak hormat karena sesungguhnya yang diciptakan adalah masalah bagi dirinya sendiri. Teruslah tabur kebajikan, biarlah keberkahan datang kepadanya karena mengenal kita, sehingga dia mau berubah.

Prasangka merupakan musuh terbesar, Waktu nantinya akan menjadi sahabat kebenaran dan jadikan kerendahan hati pengiringnya.(r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments