Jumat, 18 Okt 2019

Berkah Menghindari Minuman Keras

* Oleh : Upa. Madyamiko Gunarko Hartoyo
Sabtu, 25 Juni 2016 18:30 WIB
Perubahan zaman telah mempengaruhi sebagian besar gaya hidup manusia. Kemajuan zaman menpengaruhi cara memenuhi kebutuhan pokok antara lain makanan, minuman, pakaian, kesehatan, dan pendidikan serta kebutuhan lainnya. Kebutuhan lainnya seringkali berhubungan dengan gaya hidup, seperti kebutuhan hiburan atau kesenangan, sosial dan pengakuan diri yang sering sekali cenderung dihubungkan dengan minuman beralkohol.

Kebiasaan minum-minuman beralkohol ini sering sekali menimbulkan trauma dan kecemasan di tengah masyarakat. Hampir selalu diakhiri dengan mabuk atau perkelahian sadis antarkelompok, mengganggu masyarakat lain dan timbulnya penyakit masyarakat lainnya. Juga insiden kecelakaan lalu lintas yang tercatat sering disebabkan kelakuan pengemudi yang mabuk atau setengah sadar. Di sisi lain, di kalangan remaja, akibat minuman keras tak kalah mengerikan. Pesta minuman keras yang dilakukan oleh pelajar yang berusia belasan tahun telah banyak mengambil korban. Tindak kejahatan setelah meminum minuman alkohol sangat memprihatinkan di antaranya tindak asusila yang kerap terjadi. Bahkan tragis pernah terjadi beberapa anak remaja tanggung yang membunuh tukang gorengan hanya karena si tukang gorengan tidak mau memberi mereka makanan gratis untuk pesta miras dan narkoba.

Dalam Manggala Sutta, Sang Buddha telah menegaskan bahwa menghindari minuman keras termasuk makanan dan minuman yang dapat menyebabkan kehilangan pengendalian diri lainnya seperti obat- obatan terlarang adalah berkah utama. Minum-minuman keras dapat menggelapkan pikiran dan membuat pikiran menjadi kalut sehingga tidak akan berhasil dalam spiritual. Bahkan keberhasilan duniawi pun tidak akan mungkin diperolehnya. Menghindari minuman keras akan membawa keberuntungan karena pikirannya tetap terkendali. Dalam kondisi sadar saja, pikiran liar sulit dikendalikan apalagi kondisi pikiran yang dipengaruhi oleh minuman keras. Dalam Dhammapada disebutkan pikiran adalah pelopor sehingga sangatlah berbahaya jika pikiran itu tidak dapat dikendalikan.
Pada mulanya, banyak orang minum-minuman keras untuk "kepercayaan diri".Akan tetapi, mereka menjadi ketagihan dan mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut.Beberapa orang berpikir minuman keras dapat memberikan mereka kekuatan baru. Secara ilmu pengetahuan, hal ini merupakan suatu kesalahan karena orang yang berada di bawah pengaruh minuman keras akan menjadi beringas dan melakukan perbuatan yang tidak wajar. Ini bukan disebabkan oleh kekuatan yang diperoleh, tetapi kesadaran dalam pikirannya telah terkikis. Pengendalian dirinya lenyap dan ia akan berperilaku sangat buruk.

Tidak sedikit selebriti dunia yang telah berhasil dalam karir dan kehidupannya harus kehilangan semua hal yang dimilikinya harta dan popularitasnya karena pengaruh minuman keras. Mantan ratu pop dunia di akhir era baik 90-an dan awal 2000-an, Britney Spears terjebak dalam jerat alkohol, bahkan beberapa media hiburan Amerika Serikat juga mengabarkan bahwa Britney juga sempat menjadi pecandu kokain. Karirnya pun tenggelam dan gaung namanya tak terdengar lagi di kancah musik pop dunia. Demikian juga M Culkin, pemeran anak dalam film Home Alone yang meraih Box Office harus kehilangan karirnya di dunia hiburan yang telah diraihnya secara gemilang sejak muda. Sementara itu, di jagad hiburan Indonesia, kita mengenal sosok selebriti Nike Ardilla yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas yang diisukan karena mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk.

Di sisi lain, alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya.

Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi. Kelebihan minuman keras menyebabkan kadar alkohol di dalam darah lebih meningkat, disusul kerusakan sel-sel syaraf yang berfungsi membangun blok-blok otak. Kalau saja kandungan alkohol di dalam otak lebih dari 0,5%, pemiliknya akan mudah dan cepat terkena stroke ataupun kanker hati , kemudian menyebabkan koma dan berakhir dengan kematian yang cukup tragis dan menyedihkan.

Dalam Sigalovada Sutta disebutkan terdapat enam bahaya bagi pencandu minuman keras beserta obat-obatan terlarang: membuang-buang uang, mengalami banyak pertengkaran, mudah sakit, kehilangan nama baik, dicela oleh orang lain, dan kepandaian akan melemah.

Terlahir sebagai manusia merupakan kesempatan berharga, sehingga sangat disayangkan jika diisi dengan melakukan hal-hal yang tak berguna. Lihat umur manusia sekarang, berapa lama manusia dapat hidup? Tidak ada seorangpun yang tahu karena kurun waktu kehidupan adalah terbatas. Pada masa yang terbatas tersebut, mengapa kita tidak melakukan kebajikan dan sesuatu yang bermanfaat? Marilah kita renungkan bersama. (r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments