Kamis, 17 Okt 2019

Keajaiban Bersyukur

Oleh Bhikkhu Khemanando Thera
Sabtu, 28 Juni 2014 16:25 WIB
Saat kebahagiaan yang kita rasakan sirna, janganlah mencoba untuk menyesalkan waktu, ingatlah siapa yang menguasai waktu. Siapa yang memiliki waktu dan siapa yang berkehendak terhadap waktu di saat dulu maupun yang akan datang…? Hanya kita sendirilah yang bisa memanage waktu.

Janganlah ada kata, "seandainya dulu", "coba dulu saya…", "mestinya saya dulu..",dll. Semuanya yang telah terjadi itulah yang perlu kita renungkan. Semua yang telah terjadi tak perlu disalahkan dan disesalkan. Semuanya itu adalah cara kita memberi pelajaran bagi diri kita sendiri (jika tidak boleh dikatakan  kelemahan atau kekurangan atas diri kita sendiri), memberi hal-hal yang tak ada di sekolah, bukan materi pelajaran, semua yang terjadi itu adalah pengalaman yang terbaik kita untuk menapaki dan menjalani hidup yang masih menanti di depan sana.

Banyak hal yang harus kita ambil dari apa yang terjadi di masa lalu, dari pengalaman sendiri maupun dari apa yang terjadi di sekitar kita. Janganlah terlarut dalam kesedihan masa lalu, kalaupun itu terjadi cukuplah satu malam saja, dan sambutlah hari esok dengan bahagia.

Bersyukurlah, itu kunci agar kita tak larut dalam kesedihan. Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada orang-orang yang telah memberi kesempatan yang indah untuk kita. Terutama mama dan papa kita. Itulah Bersyukur.

Dengan bersyukur, ibarat kita punya uang seribu saja kita merasa kaya. Selain itu, bersyukur merupakan obat ampuh untuk mengobati sifat iri. Yah…sifat dimana kita merasa cemburu ketika orang lain bahagia, sifat yang menunjukkan kalau kita tidak punya sesuatu yang bisa kita banggakan atau bahkan sifat yang bisa menghambat kehidupan kita. Tidaklah sulit untuk melakukan ini. Hanya perlu kepekaan terhadap apa yang telah kita miliki dan peka terhadap sekitar kita.

Akhirnya, untuk hari ini saja marilah kita coba meluangkan waktu sejenak untuk mensyukuri akan apa yang telah kita dapatkan dan miliki. Bersyukur akan waktu dan kesempatan hari ini. Bersyukur akan kesehatan dan seluruh organ tubuh yang masih kita miliki. Bersyukur akan orang-orang yang kita cintai; orangtua kita, saudara-saudara kita, bersyukur akan teman-teman kita yang senantiasa ada menemani; teman-teman yang selalu ada di saat kita bahagia ataupun sedih. Bersyukur akan pengalaman-pengalaman yang telah kita lalui. Bersyukur akan tanggung jawab yang kita miliki; tanggung jawab yang menjadikan kita orang yang lebih baik dari hari ke hari, bersyukur akan kebaikan yang dapat kita berikan kepada orang lain; kebaikan yang dapat menjadikan dunia tempat yang lebih menari. Bersyukur karena kita selalu diberi kesempatan untuk mencintai dan kesempatan untuk menjadi orang yang dicintai sehingga hidup menjadi penuh berarti.

Hanya untuk hari ini saja marilah kita coba untuk bersyukur, karena siapa tahu kita sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bersyukur, karena siapa tahu kita sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bersyukur esok hari. Setiap saat setiap waktu anda mengeluh, anda selalu merasa kurang bersyukur, anda sebenarnya tidak sedang melakukan kesalahan, karena memang begitulah sebenarnya manusia. Manusia tempat kekurangan dan kesempurnaan itu ada karena kita saling melengkapi. Tapi taukah anda ketika anda mengeluh berapa waktu yang anda gunakan untuk mengeluh, kenapa anda tidak mencoba untuk menggunakan waktu itu untuk berpikir merencanakan sesuatu untuk hari esok. Ketika anda merasa kurang, bukankah itu sebuah pemacu kita untuk mencari yang lebih. Bahkan ketika anda kurang merasa puas bukankah itu adalah tolok ukur kemampuan kita yang akan lebih baik kalau kita tingkatkan. Dan ketika anda kurang bersyukur kenapa anda tidak memulai dari sekarang untuk mensyukuri apa yang ada. Kenapa harus menunggu hari esok kalau kita bisa melakukan sekarang. Tunggu apalagi, inilah keajaiban bersyukur….. (f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments