Jumat, 18 Okt 2019

Yayasan KIPPAS Gelar Dialog Interaktif “ Kesiapan Sumut Hadapi MEA”

Senin, 18 Mei 2015 11:05 WIB
Medan (SIB)- Yayasan Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) menggelar dialog dengan elemen jurnalis dan  mahasiswa, Sabtu (17/5) dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di kantor Kippas, Komplek Pemda Sempakata Tanjungsari Medan.

Dialog interaktif tersebut dipandu  Direktur Kippas J Anto di dampingi staff Pilli dan Santi bertema ”Kesiapan Sumut  Menghadapi MEA dengan keberagaman budaya.

"Kita harus siap menghadapi MEA mendatang, untuk mengantisipasinya kita harus membekali diri dengan berbagai pengetahuan global  seperti bahasa asing, dan tentunya kesadaran akan toleransi perlu ditingkatkan mengingat kita akan kedatangan berbagai budaya baru dengan hadirnya MEA. Sehingga kerukunan akan terus tercipta mengingat Sumut merupakan masyarakat yang multi kultural" ujar J Anto  ketika membuka dialog .

Dialog interaktif tersebut membuka wawasan para mahasiswa tentang pentingnya persiapan menyambut MEA mendatang. "Tanpa persiapan kita akan tertinggal, dan kalah bersaing dengan pekerja asing, jadi adik-adik mahasiswa perlu diberi pemikiran yang bernuansa kompetensi sehingga ketika nantinya berhadapan dengan MEA sudah lebih terbuka dan bisa bersaing dengan para pendatang" tambahnya.

Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa pers kampus yang sangat antusias  memberikan pertanyaan dan menanggapi isu-isu MEA. Karena mereka banyak belum begitu memahami sepenuhnya tentang MEA.

Dijelaskan  J Anto dalam dialog tersebut bahwa Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA  merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.

Dialog yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dihadiri   utusan dari berbagai universitas di Medan. Salah seorang mahasiswa, Fajar (21 ) berharap agar dialog semacam ini terus dilakukan secara periodik untuk membahas hal-hal yang berkembang  tidak hanya di Sumut, tetapi juga nasional dan regional ."Acara semacam ini  sangat baik untuk membuka cakrawala berfikir kita " ujarnya . (Dik-DH/c)


Direktur Yayasan Kippas  J Anto saat memberi penjelasan tentang apa itu MEA dihadapan mahasiswa dan pers kampus pada dialog interaktif yang digelar di Kantor Kippas, Komplek Pemda Tanjungsari Medan, Sabtu (17/5).

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments