Minggu, 21 Apr 2019

Warga Pasar Melintang Lubukpakam Tuntut Ganti Rugi Lahan untuk Jalan Tol

admin Senin, 11 Februari 2019 13:56 WIB
Ilustrasi.
Lubukpakam (SIB) -Sebanyak tujuh warga Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang yang tanahnya terkena dampak pembangunan jalan tol menuntut agar pihak instansi terkait dapat segera mengganti rugi lahan mereka yang belum dibayar.

Satu di antara warga itu adalah Lamhot Sihombing (43). Lamhot bercerita saat datang ke kantor DPRD Deliserdang di Lubukpakam, Jumat (8/2) karena mengharapkan dewan membantu mereka mendapatkan uang ganti rugi.

Disebutnya, dulu mereka sudah pernah mendapatkan uang ganti rugi dimana untuk per rante tanah dibayar Rp56 juta dan juga sudah diterimanya termasuk juga diterima oleh warga lainnya. Saat ini katanya, ada sekitar 415 meter persegi lagi lahannya yang belum dibayar yang berada di sisi kanan dan kiri jalur tol.

"Luas 415 meter persegi itu hasil hitungan BPN. Jadi di Desa Pasar Melintang ada 7 orang kami yang belum dapat penyelesaian ganti rugi. Kalau tanah saya itu ada yang sawah dan ada yang darat. Dulu kata orang JMKT (Jasa Marga Kualanamu Tol) akan dibayar setelah selesai pekerjaan. Itu tahun 2016 lah dijanjikan sama kami tapi sampai sekarang apapun tidak," ujar Lamhot.

Lamhot mengaku datang ke DPRD untuk mengetahui perkembangan pengaduan mereka yang dibuat ke Komisi A. Disebut sudah dari bulan Februari 2018 surat mereka masukkan namun hingga kini belum juga ada tindaklanjut. Petani yang mempunyai empat orang anak ini menyebut tanahnya itu memiliki surat lengkap.

"Sekarang ini tanah saya dan yang lainnya itu sudah kena pagar sama pihak tol. Makanya kami ngadu ke dewan. Tapi dihubungi saja pun udah payah dewannya sekarang. Ke JMKT sudah pernah juga kami sampaikan kalau sisa tanah kami yang belum dibayarkan akan dibayarkan, tapi kalau ditanya hanya dijawab kami hanya pekerja gitu saja," kata Lamhot.

Selain mengharapkan dewan, Lamhot juga ingin agar Pemkab Deliserdang dapat memberikan perhatiannya. Disebut juga saat ini warga sudah lelah menunggu janji untuk membayar ganti rugi.

Sementara itu, Direktur Teknik PT JMKT, Agus Choliq yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku kalau persoalan itu merupakan masalah lama. Pihaknya siap membantu dan memasilitasi warga untuk mendapatkan ganti rugi dari Kementerian PUPR. Namun ia berpendapat kalau warga selama ini tidak dapat menunjukkan surat-suratnya.

"Itu masalah lama, sekarang yang kita tanya itu suratnya mana? Suratnya mana? Yang ganti rugi nantikan Kementerian PUPR, nanti kalau ada suratnya kami yang antar. Tunjukin ke kita lah, mana suratnya, namun akhirnya tidak bisa dikasih tunjuk," kata Agus.

Agus menyebut, saat ini hanya tinggal masyarakat Desa Pasar Melintang saja yang mengaku masih belum menerima ganti rugi seluruhnya. Ia berjanji jika memang masyarakat dapat menunjukkan kelengkapan surat-surat sah, pihaknya siap untuk membantu. "Saya tidak mungkin lepas gitu saja. Kalau masalahnya sama BPN ya nanti bisa kita bantu," katanya menutup. (C06/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments