Sabtu, 25 Mei 2019

Warga Maluku di Sumut Peringati Hari Pattimura ke-202

admin Kamis, 16 Mei 2019 10:42 WIB
SIB/Dok
HARI KAPITAN PATTIMURA: Tim berbagi kasih warga Maluku yang bermukim di Sumut, Rabu (15/5) menutup pekan pengabdian dalam memeringati Hari Pattimura ke 202 tahun 2019 di Medan. Di antaranya JA Ferdinandus, Yvone de Sirre, Letsy Siwabesy, Ketua Panitia Maurits Warella dan sesepuh.
Medan (SIB) -Warga Maluku yang bermukim di Sumatera Utara (Sumut) sekitarnya secara marathon memeringati Hari Pattimura ke-202 tahun 2019. Peringatan dimulai sejak dua pekan lampau dan puncaknya pada Rabu (15/5). Seluruhnya diisi pemberian tali asih pada sesepuh warga Maluku yang memerlukan bantuan natura.

Sesepuh warga Maluku JA Ferdinandus mengatakan, 2019 adalah tahun pesta demokrasi di Indonesia. "Kapitan Pattimura adalah Pahlawan Nasional yang tiap tahun diperingati pada 15 Mei. Sebagai bagian komponen yang tak terpisahkan dengan NKRI, kami juga fokus pada momen terpenting dalam lima tahun sekali. Itu sebabnya kami menghindari peringatan yang sifatnya memassal," ujarnya didampingi sejumlah aktivis sosial khususnya dari Arisan Kumpul Basudara (AKB) seperti Letsy Siwabessy, Lizzy Uktolseja, Peggy Ferdinandus, Suzie Ferdinandus, Jose Rizal Tatarang, Angela Latupeirissa, Fanie Siwabessy, Chelly Siwabessy, Askenas Dolly Alexander Ulag, Ernst de Fretes, Boycke Matullessya, Robby Lesbatta, Angela Latupeirissa, Jeckri M Alakaman, Olla Sundah, Victor Matulessy, Mauritz Warella, Ekky Siwabessy, Ade Simatauw dan Joyce Matullessya.

JA Ferdinandus mengatakan, meski fokus pada berbagi kasih namun secara parsial pihaknya ziarah ke makam pahlawan dan para warga Maluku yang ada di Sumut. "Kami warga Maluku sangat menjunjung tinggi perjuangan Kapitan Pattimura dalam ikut memerangi kolonialisme tapi kami juga cinta damai. Dalam doa memeringati Hati Kapitan Pattimura, warga Maluku berdoa untuk kedamaian Nusantara," tutup JA Ferdinandus.

Ketua AKB Letsy Siwabessy menambahkan, berbagi kasih adalah bukti kepedulian warga Maluku di Sumut pada sesama. "Kapitan Pattimura tak hanya Pahlawan Nasional Indonesia karena perjuangan melawan penjajah, tapi melawan kebodohan dan mengupayakan keadilan serta kemakmuran. Kami mengartikan sebagai langkah kebersamaan mewujudkan perjuangan Kapitan Pattimura," tambah mantan olahragawati yang berulang kali membawa harum nama Sumut ke tingkat nasional dan regional tersebut.

Letsy Siwabessy menambahkan, tiap tahun peringatan Hari Kapitan Pattimura menjadi bagian terpenting warga Maluku dalam ikut membangun bangsa. "Meski di rantau, seperti amanah sesepuh JA Ferdinandus, kami harus ikut membangun daerah di mana kami berada," tutupnya.

Ketua Panitia Hari Kapitan Pattimura Mauritz Warella menegaskan, berbagi kasih menyasar seluruh kaum sepuh lintasetnis, lintasagama dengan penekanan yang membutuhkan. "Baru ini yang dapat dipersembahkan tapi semua berdasar dari niat suci," jelasnya.

Ia menambahkan, seperti yang digariskan sesepuh JA Ferdinandus, warga Maluku telah menyatu di Sumut. "Harus terus menyatu dan jangan berjarak karena sama-sama punya tanggung-jawab dalam kehidupan berbangsa bertanah air, Indonesia," tutup Mauritz Warella. (R9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments