Senin, 21 Okt 2019

Warga Firdaus Pertanyakan Dugaan Jual Beli Lahan HGU PT Socfindo

admin Jumat, 28 Juni 2019 11:19 WIB
SIB/Dok
DIRUSAK: Beginilah kondisi lahan HGU PT Socfindo Matapao di Pasar Rodi Desa Firdaus Kecamatan Seirampah yang sebelumnya ditanami pohon pisang, dirusak oleh seseorang berinisial A yang mengaku telah membeli tanah tersebut, Rabu (26/6).
Sergai (SIB) -Sejumlah warga memertanyakan tindakan oknum pejabat di PT Socfindo Matapao yang diduga ada memerjualbelikan sebagian tanah atau lahan. Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak diusahakan di Pasar Rodi Desa Firdaus Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Terungkapnya kasus dugaan jual beli tanah HGU PT Socfindo berawal dari penebangan pohon pisang yang dilakukan warga atas perintah seorang warga berinisial A di salah satu bidang tanah HGU PT Socfindo. Diketahui, pada Rabu (26/6) sore, A mengutus beberapa orang saudaranya untuk menebangi pohon pisang yang ditanami warga setempat lahan HGU PT Socfindo tersebut.

Salah seorang warga bernama Parianto (50) kepada SIB, Kamis (27/6) mengaku tanaman pisangnya ditebangi keluarga dari A. A mengaku sudah membeli lahan HGU PT Socfindo itu sehingga warga lain tidak berhak menanaminya dengan tanaman apapun.
"Sempat terjadi kericuhan semalam, bang. Bahkan petugas dari Polsek Firdaus sempat turun. Kami heran, kenapa ada warga yang ngaku-ngaku sudah membeli lahan HGU PT Socfindo. Apa jual beli lahan HGU itu dibenarkan?" tanya Parianto.

Lebih lanjut dikatakan Parianto, warga sekitar memang sudah lama menggunakan lahan HGU PT Socfindo di sekitar Pasar Rodi Desa Firdaus untuk bercocok tanam. Dia juga mengatakan, lahan itu tak digunakan PT Socfindo karena ada kabel jaringan listrik yang membelah lahan tersebut.

Sementara itu, Manager PT Socfindo Matapao Bobby Hercules saat ditemui beberapa awak media di kantornya mengaku baru sebulan menjabat sebagai pimpinan di area tersebut. Namun Bobby mengaku telah mengetahui duduk persoalan kekisruhan isu jual beli lahan HGU PT Socfindo tersebut.

Bobby membantah tudingan atau isu yang menyebutkan PT Socfindo telah memerjualbelikan tanah HGU di Pasar Rodi Desa Firdaus itu. Dia mengisahkan, awalnya warga mengusulkan untuk mengganti rugi tanah HGU itu sebagai kompensasi ke PT Socfindo. Usulan warga itu disampaikan perangkat Desa Firdaus kepada PT Socfindo.

Bahkan, dirinya mengatakan bahwa tanah yang telah diganti rugikan itu telah diakte notariskan. "Jadi saya masih baru di sini. Jika PT Socfindo disebut memerjualbelikan lahan itu tidak benar. Yang benar, PT Socfindo mendapat ganti rugi sebagai kompensasi dari warga atas usulan perangkat Desa Firdaus," jelas Bobby sembari menunjukkan beberapa bukti transfer uang ganti rugi yang langsung dikirim ke PT Socfindo Matapao.

Terpisah, Sekretaris Desa Firdaus Jamuri saat dihubungi SIB via telepon selulernya membenarkan pihaknya yang mengantarkan usulan warga ke PT Socfindo Matapao agar lahan HGU bisa digantirugikan. Dia menyebut, setelah melalui proses musyawarah panjang, pihak PT Socfindo Matapao menetapkan harga ganti rugi tanah HGU itu sebesar Rp100 ribu per meter.

Ditambahkan Jamuri, pihaknya menyetorkan sejumlah uang untuk ganti rugi sesuai kesepakatan ke salah seorang perwakilan PT Socfindo Matapao berinisial S. Dia juga mengaku, hingga saat ini ada sekitar 10 orang lebih warga yang telah membayar ganti rugi tanah itu ke PT Socfindo Matapao. "Untuk lebih jelasnya bang, silahkan datang ke kantor," imbuhnya. (T09/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments