Senin, 14 Okt 2019

Wali Kota dan 2019 Warga Menari Ahoii Tunjukkan Medan Miniatur Indonesia

admin Senin, 16 September 2019 13:46 WIB
SIB/Dok
FORMASI TARI: Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi dan sejumlah pejabat terlihat berbaur dengan ribuan masyarakat menarikan tari Ahoii di Lapangan Merdeka, Minggu (15/9).
Medan (SIB) -Sejumlah unsur pimpinan Pemko Medan dan pimpinan Organisasi Kepala Daerah (OPD) jajaran menarikan tarian Ahoii bersama 2019 warga di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (15/9). Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dengan pakaian bernuansa merah putih itu digelar dalam rangka menunjukkan Kota Medan kaya akan keanekaragaman seni dan budaya.

Antusias warga mengikuti kegiatan bertajuk "Seberapa Indonesianya Kamu" itu terlihat dari kehadiran mereka ke Lapangan Merdeka Medan sejak pukul 06.00 WIB. Tak jarang dari antara warga juga mengajak serta anggota keluarganya, untuk menari bersama sebagai bagian dari aksi menunjukkan kebanggaan terhadap keberagaman yang dimiliki kota dengan julukan miniatur Indonesia itu.

Terlihat turut menari bersama 2019 warga, antara lain Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi bersama sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Kota Medan di antaranya Asmum Renward Parapat, Aspem Musadad Nasution, Kadis Pariwisata Agus Suriono, Kepala BKD&PSDM Muslim Harahap, Kasatpol PP M Sofyan, Kadis Kebudayaan OK Zulfi serta para camat dan lurah se-Kota Medan.

Diketahui, tari Ahoii merupakan tarian asli asal Kota Medan, yang merupakan gabungan dari gerak tari serta musik dari seluruh etnis di Kota Medan. Dipandu sejumlah instruktur, Wakil Wali Kota Medan bersama ribuan masyarakat terlihat berbaur dan menikmati keseragaman gerak tarian Ahoii itu. Sejumlah masyarakat yang rutin mengikuti Car Free Day (CFD) terlihat tertarik dan menari bersama ribuan peserta tari lainnya, bergabung dengan formasi tari yang di tengah-tengahnya terdapat kelompok masyarakat yang mengenakan pakaian adat sejumlah suku di Kota Medan.

Dikatakan Akhyar usai mengikuti formasi tarian Ahoii, Medan merupakan kota kreatif dan memiliki keberagaman seni serta budaya yang menjadi ciri khasnya. Diharapkan, kegiatan bertajuk "Seberapa Indonesianya Kamu" itu akan lebih mempopulerkan Medan sebagai kota yang kaya akan keberagaman.

"Melalui kegiatan pagi ini, kita ingin menunjukkan kepada seluruh daerah di Indonesia bahwa Kota Medan kaya akan seni dan budaya, sehingga menjadikannya sebagai kota multikuktural dengan menjadikan perbedaan sebagai modal utama kekuatan yang sangat luar biasa," katanya.

Selain itu, pagelaran formasi tarian Ahoii ini juga diharapkan dapat menjadi informasi bagi warga Kota Medan, bahwa kota domisilinya memiliki tarian Ahoii yang melambangkan keberagaman. Dengan demikian, tarian Ahoii itu akan semakin dicintai dan dilestarikan warga Kota Medan. "Kita harus bangga karena telah memiliki tarian Ahoii ini. Mari terus kita perkenalkan dan lestarikan bersama," harapnya.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono mengajak seluruh warga untuk terus memerkenalkan dan mempromosikan tarian Ahoii Nusantara yang kini menjadi ikon Kota Medan. "Dengan terus gencar memerkenalkan dan memromosikan tarian ini, insha Allah tarian Ahoii semakin terkenal sehingga siapa saja mulai anak-anak hingga orang dewasa di seluruh nusantara, akan menarikan Tarian Ahoii. Di samping itu, kita ingin menunjukkan Kota Medan lebih Indonesia," jelas Agus.

Selanjutnya, diharapkan tarian Ahoii akan membawa Kota Medan semakin dikenal di seluruh penjuru nusantara hingga mancanegara, sehingga menjadi daya tarik untuk beramai-ramai datang dan berkunjung ke Kota Medan. "Apabila wisatawan semakin banyak mengunjungi Medan, tentunya akan baik untuk menggeliatkan dunia pariwisata di Kota Medan dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, termasuk PAD Kota Medan.

Sebelum tarian Ahoii berlangsung, warga lebih dulu mengikuti CFD yang merupakan kegiatan rutin digelar Pemko Medan setiap Minggu pagi di Lapangan Merdeka. Selain menjadi sarana mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa sehat dan bugar, CFD juga dijadikan sebagai kesempatan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi mengajak warga untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan emisi gas kendaraan bermotor.

Selain jogging, masyarakat juga mengisi CFD dengan bersepeda, jalan santai, sepatu roda, badminton serta menggunakan peralatan olahraga yang ada di seputaran Lapangan Merdeka. Tak jarang juga, masyarakat menjadikan CFD sebagai ajang silaturahmi sekaligus arena bermain bagi anak-anaknya. (M15/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments