Selasa, 29 Sep 2020

Wali Kota Buka 53 Titik Pasar Murah di Medan

admin Rabu, 12 Desember 2018 14:28 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB)- Pemko Medan menggelar 53 titik pasar murah yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Pembukaan pasar murah itu dilakukan secara simbolis Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi MH, Selasa (11/12) di Lapangan Hoki Jalan Candi Borobudur Medan.

Kehadiran pasar murah itu guna membantu umat Kristiani, terutama yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2019 yang sudah di depan mata.  Selain harga jauh lebih murah dari pasaran, aneka bahan kebutuhan pokok yang dijual pun berkualitas dan layak konsumsi.
Melalui pasar murah ini, Pemko Medan ingin mejadi bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Ditegaskan wali kota, meski menyediakan aneka bahan kebutuhan pokok dengan harga relatif  murah namun dipastikannya bukan murahan dan sangat layak konsumsi. Hal itu terjadi karena Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan Kota Medan telah mensubsidi harga. Oleh karenanya Wali Kota mengajak warga, terutama umat Kristiani untuk memanfaatkan pasar murah tersebut.

Di samping itu terang wali kota, kehadiran pasar murah juga untuk menjaga stabilitas harga di pasar, termasuk sebagai upaya meredam tekanan inflasi yang kerap terjadi menjelang perayaan besar keagamaan. Agar pasar murah tepat sasaran, wali kota minta kepada seluruh pihak penyelenggara untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

"Jaga amanah yang diberikan dan lakukan pengawasan dengan ketat. Saya ingatkan agar tidak mencoba bermain-main dengan pihak-pihak tertentu demi mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari pasar murah. Untuk itu saya minta kepada masyarakat segera melaporkan apabila menemukan ada kecurangan dalam pelaksanaan pasar murah, saya langsung tindak tegas!" kata wali kota.

Kemudian wali kota juga berpesan agar warga tidak memanfaatkan pasar murah untuk membeli barang pokok melebihi kebutuhan yang seharusnya. "Belilah bahan kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhan. Tidak perlu khawatir terjadinya kelangkaan barang atau harga yang melonjak. Sebab, sudah ada tim khusus yang bertugas mengawasi stok bahan kebutuhan pokok serta harga di pasaran," ungkapnya.

Pembukaan pasar murah turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli SE, Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah, Kapolres Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, Danyon Marhanlan I Belawan Letkol Marinir James Munthe M Tr (Han) serta unsur Forkopimda Kota Medan lainnya, pimpinan OP, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pengurus TP PKK Kota Medan.

Usai membuka pasar murah, wali kota didampingi unsur Forkopimda selanjutnya menurunkan harga aneka bahan kebutuhan pokok yang jauh relatif lebih murah dari pasaran. Beras IR-64 dijual dengan harga Rp8 950 per kilogram, harga pasaran Rp11.250 per kilogram, gula pasir Rp8.000 per kilogram, pasaran Rp12.000 per kilogram, tepung terigu Rp7.050 per kilogram, pasaran Rp8.000 per kilogram, telur Rp1.025 per butir, pasaran Rp1.360 per butir serta kacang kupas super Rp22.800 per kilogram, pasaran Rp26.500 per kilogram.

Selain itu blue band 200 gram dijual Rp5.900 per sachet, harga pasaran Rp6.750 per sachet, minyak sania 1 liter Rp10.700 per pcs, pasaran Rp14.000 per pcs, minyak fortune 1 liter Rp10.500 per pcs, pasaran Rp13.500 per pcs, minyak palmanco 1 liter Rp9.500 per pcs, pasaran Rp13.000 per pcs, sirup kurnia Rp15.340 per botol, pasaran Rp16.000 per btl, pohon pinang super Rp18.000 per botol, pasaran Rp19.500 per botol;  pohon pinang fresh juice Rp14.000 per botol, pasaran Rp15.250 per botol, pohon pinang sirup lemon Rp14.000 per botol, pasaran Rp15.250 per botol, sarang tawon standar quality all varian Rp13.500 per botol, pasaran Rp14.500 per botol dan sarang tawon raspberry lemonade Rp14.500/Rp.15.500/botol.

Sebelumnya, Kadis Perdangan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis dalam laporannya menjelaskan, pasar murah digelar untuk membantu uamt Kristiani, terutama dari kalangan masyarakat ekonomi lemah guna memenuhi kebutuhan mereka saat menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2019.

Armansyah menjelaskan, jelang hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok cenderung melonjak naik sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi sekaligus menekan laju inflasi. Dikatakannya, tahun ini ada 53 titik pasar murah yang digelar mulai 11 sampai 20 Desember mendatang.

"Diutamakan pelaksanaan pasar murah  digelar di kawasan yang mayoritas penduduknya kelompok prasejahtera dan beragama Nasrani. Di samping itu juga lokasi pelaksanaan pasar murah jauh dari pasar tradisionil sehingga keberadaannya benar-benar sangat membantu  warga," jelas Armansyah.

Selanjutnya beber Armansyah, pihaknya tahun ini menganggarkan dana sebesar Rp.910 juta untuk mensubsidi aneka kebutuhan pokok sehingga harga jual di pasar murah jauh relatif lebih murah dibandingkan harga pasaran. Di samping itu pelaksanaan pasar murah juga mendapat dukungan penuh sejumlah distributor. (A07/h)


Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments