Kamis, 06 Agu 2020

Wali Kota Ajak Warga Rawat Fasilitas dan Mengurangi Penyebab Macet di Medan

admin Jumat, 14 Juni 2019 11:49 WIB
SIB/Roy Marisi Simorangkir
ANGKUT: Personil Satpol PP Kota Medan mengangkut lapak PK5 yang mengganggu dan merusak fungsi tata ruang dalam penertiban di Pasar Kampung Lalang, Kamis (13/6).
Medan (SIB) -Pemerintah Kota (Pemko) Medan menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan, antara lain dengan merawat sarana dan prasarana yang telah disediakan pemerintah dan ikut menjaga ketertiban demi mengurangi atau minimisasi penyebab kemacetan yang masih sering terjadi.
Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kepada wartawan SIB di Medan, Kamis (13/6).

Oleh karena itu pihaknya tidak akan pernah bosan mengajak warga Kota Medan untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada dan meminimisasi kemacetan, demi membawa Kota Medan menjadi lebih baik sesuai moto "Medan Rumah Kita" yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera, religius, didukung tata ruang yang konsisten menuju Smart City.

Tindakan sebagian kecil masyarakat yang mengganggu dan merusak fungsi tata ruang, sebutnya, memaksa pihaknya untuk melakukan tindakan peringatan hingga penertiban. Diakui, penertiban dilakukan demi mengembalikan fungsi fasilitas sarana dan prasarana serta mengatasi kemacetan yang disebabkannya.

Sebagai salah satu contoh, pihaknya tengah melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PK5) di seputaran Pasar Kampunglalang. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengorekan drainase yang selama ini tersumbat akibat tumpukan sampah sisa dagangan para PK5.

"Kami persilahkan bagi para pedagang yang mau berjualan, karena Pemko Medan melalui PD Pasar Kota Medan telah menyediakan tempat yang sangat baik dan representatif di Pasar Kampunglalang. Apalagi, Pasar Kampunglalang baru saja selesai direvitalisasi. Setelah dilakukan penertiban terhadap PK5 yang menggunakan ruang milik jalan (Rumija), arus lalu lintas yang selama ini rentan kemacetan sudah lancar," ujarnya.

Ditegaskan, penertiban PK5 tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan pengorekan drainase serta pengaturan lalu- lintas yang sempat terganggu di sekitar pasar itu. Dikatakan, selain di Pasar Kampunglalang, penertiban PK5 juga telah dilakukan di sejumlah pasar tradisionil Kota Medan seperti Pasar Simpanglimun, Pasar Sei Sikambing, Pasar Palapa, Pasar Aksara dan Pasar Sukaramai.

Diketahui, petugas Satpol PP Kota Medan kembali melaksanakan penertiban PK5 di seputaran Pasar Kampunglalang dibantu 1 unit Backhoe Loader dan 2 unit Excavator mini, Kamis (13/6). Berbeda dari hari sebelumnya, kali ini petugas tidak mendapat perlawanan saat membongkar lapak pedagang dan membersihkan drainase di sisi kiri dan kanan Jalan Kelambir Lima. Petugas juga membongkar lapak pedagang di Jalan Masjid yang berdekatan dengan Pasar Kampunglalang. Pasalnya, para pedagang menggelar lapak di atas parit yang berada di sisi kiri dan kanan Jalan Masjid sehingga kawasan itu semrawut dan sulit dilewati pengguna jalan.
Penertiban yang mengembalikan fungsi jalan dan drainase jalan kali ini mendapat apresiasi positif dari warga sekitar Pasar Kampunglalang. Kepada wartawan, mereka mengakui sudah sejak lama mengeluhkan keberadaan PK5 di sepanjang Jalan Kelambir Lima yang selama ini menyebabkan kemacetan cukup parah saat pagi dan sore hari, serta menghasilkan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

"Atas nama warga sekitar, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, atas penertiban PK5 yang telah cukup lama mengganggu dengan berjualan di seputaran Pasar Kampunglalang. Selain kemacetan parah, saat hendak belanja kami juga bingung mau parkirkan kendaraan dimana, karena semua tempat sudah diisi pedagang PK5," kata Rafii (58), salah seorang warga Jalan Kelambir Lima.

Dukungan serupa dikatakan warga lainnya Munaroh (48) yang berharap agar penertiban dapat terus dilakukan dan petugas disiagakan menjaga agar PK5 tidak kembali berjualan di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan langsung kepada Kasatpol PP Kota Medan HM Sofian yang memimpin penertiban.

"Penertiban ini jangan setengah hati, bahkan kami harapkan agar kawasan ini dijaga supaya PK5 tidak kembali berjualan. Selama ini, kemecetan dan kesemrawutan sudah menjadi makanan kami setiap hari. Sudah lama kami mendambakan kawasan ini lancar lalu lintas, tidak semrawut dan bersih, seperti yang kami rasakan setelah penertiban selama dua hari ini," tambahnya.

Dibeberkan warga sekitar lainnya Suminah (52), selain keberadaan PK5, kemacetan dan semrawutnya lalu lintas juga disebabkan oleh tindakan pengemudi becak yang sembarang memarkirkan kendaraan saat menunggu warga pulang belanja. Selain itu, kondisi diperparah dengan supir angkutan kota (angkot) yang berhenti sembarangan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.

"Jadi kami juga berharap agar Dinas Perhubungan Kota Medan dapat menertibkan becak dan angkot tersebut. Supaya budaya tak perduli macet dapat berubah," harapnya. (M15/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments