Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Wagub Sumut: Pegadaian Jauhkan Masyarakat dari Utang di Rentenir dan Bank Gelap

Wagub Sumut: Pegadaian Jauhkan Masyarakat dari Utang di Rentenir dan Bank Gelap

admin Jumat, 20 September 2019 12:26 WIB
Musa Rajekshah
Medan (SIB) -Pegadaian (Persero) melakukan kolaborasi dan sinergi bisnis dengan berbagai mitra, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, perguruan tinggi dan asosiasi di seluruh Indonesia. Kali ini, realisasi kolaborasi ini bersama 23 mitra sebagai bentuk memerkuat pemasaran dan penjualan produk dari lembaga keuangan pelat merah itu.

Kolaborasi dan sinergi bisnis antara pemerintah, corporate, perguruan tinggi maupun asosiasi ditandai dengan penandatanganan kerjasama disaksikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dihadiri Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto dan para direksi, pimpinan BUMN, corporate, perguruan tinggi dan asosiasi.

"Kami (Pegadaian) akan terus membangun dan memerkuat jejaring sinergi bisnis melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Kolaborasi, kunci perseroan untuk terus bertumbuh di tengah era disrupsi ekonomi digital," kata Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto di Medan, di acara itu, Selasa (17/9).

Disebutnya, PT Pegadaian merupakan perusahaan milik BUMN yang telah berusia 118 tahun. Hingga saat ini, Pegadaian memiliki 121 juta nasabah secara nasional. "Pegadaian masih menjadi perusahaan yang menguntungkan bagi negara. Tahun lalu mencatat laba Rp 2,8 triliun dan tahun ini target sebesar Rp 3 triliun. Bahkan, kini Pegadaian menduduki posisi ke 7 BUMN penyumbang deviden kepada negara," ucap Kuswiyoto.

Hingga Agustus 2019, tambahnya, perseroan telah melakukan kolaborasi bisnis dengan 20 perusahaan BUMN, 8 perusahaan swasta, 29 perguruan tinggi dan 4 asosiasi di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, melalui kolaborasi kekuatan bisnis masing-masing perusahaan dapat lebih dioptimalkan, sehingga memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pengguna jasa, tetapi juga kontribusi positif pada negara. Lebih lanjut, pemasaran produk dan volume penjualan pun meningkat seiring kolaborasi.

Dimulainya kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan 23 mitra, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Tbk, PT Telekomunikasi Seluler, PT KIM, RRI, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero), PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Askrindo, PT Pelni, Perum Jamkrindo, PT Inalum, PT PN I, Perum Bulog, PT Nutrifood Indonesia, PT Kedai Kita, PD Pasar Kota Medan, Adimulia Hotel, Garuda Plaza Hotel, USU, Politeknik LP3I dan STMIK Budi Dharma.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menyampaikan, produk Pegadaian makin berkembang. Hadirnya lembaga keuangan ini di Sumut telah banyak membantu masyarakat yang menginginkan pinjaman uang dengan cara mudah.

"Hadirnya Pegadaian juga telah menjauhkan masyarakat dari lilitan hutang rentenir atau bank-bank gelap. Membantu masyarakat dari jeratan rentenir dengan memberikan pinjaman modal usaha yang mudah, cepat dan bunga lebih ringan," ujar Wagub.

Dia berharap, ke depan bisa terjalin sinergi dan kerjasama PT Pegadaian dengan BUMD milik Pemprov Sumut.

Acara itu juga dihadiri Direktur Jaringan, Operasional dan Penjualan Damar Latri Setiawan, Direktur SDM dan Hukum M Edi Isdwiarto, Sekretaris Perusahaan R Swasono Amoeng Widodo, Kadiv Hubungan Kelembagaan Endang Pertiwi, Direktur PT Pesonna Optima Jasa Syahrul Rusli, Pimpinan PT Kanwil I Medan Hakim Setiawan, para deputi, manager dan pimpinan BUMN. (M2/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments