Minggu, 17 Nov 2019

Wabup Sergai Rehab Rumah Guru Ngaji

bantors Senin, 21 Oktober 2019 15:31 WIB
SIB/Rimpun H Sihombing
CEK : Wabup Sergai H Darma Wijaya saat mencek kondisi rumah milik Saleh Hadi yang sudah sangat memprihatinkan usai menyerahkan bantuan di Dusun III, Desa Dolokmanampang, Kamis (17/10).
Sergai (SIB) -Wakil Bupati (Wabup) Serdangbedagai (Sergai) H Darma Wijaya membantu merehab rumah tidak layak huni milik Saleh Hadi (50), seorang guru ngaji, warga Dusun III; Desa Dolokmanampang, Kecamatan Dolokmasihul, Kamis (17/10) sore. Bantuan itu membuat Siti Asinah (45), isteri Saleh Hadi, menitikkan air mata.

Bantuan pribadi yang diserahkan Darma Wijaya tersebut tidak hanya berupa material bangunan, juga bantuan dana untuk membayar biaya tukang dalam mengerjakan perbaikan rumah tersebut.

Diketahui, Saleh Hadi merupakan teman mengaji Darma Wijaya semasa kecil dan selama ini menjadi guru mengaji bagi anak-anak di dusun tersebut. Meskipun bangunan rumah yang ditinggali Saleh bersama isteri dan ketiga anaknya itu kondisinya sudah sangat memprihatinkan, rumah tersebut masih dimanfaatkan Saleh menjadi tempat untuk mengajar anak-anak mengaji. Namun sejak mengalami sakit tiga bulan belakangan, Saleh tidak dapat lagi menjalankan aktivitasnya sebagai guru mengaji.

Ditemui usai menyerahkan bantuan, Darma Wijaya yang akrab disapa Wiwik ini kepada SIB mengatakan Saleh merupakan teman baiknya sejak masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Dolokmasihul dan sama-sama belajar mengaji semasa kecil. Sebagai sahabat, dirinya tidak pernah melupakan Saleh.

Sebagai Wabup Sergai, lanjutnya, hal ini merupakan wujud pelaksanaan salah satu program Nawacita Presiden Jokowi, di mana pemerintah harus hadir di tengah rakyat.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman turun ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, dirinya kerap menemukan dan menerima keluhan warga kurang mampu yang seharusnya layak menjadi peserta penerima program keluarga harapan (PKH), namun ternyata tidak terdaftar. Hal ini tentu sangat disesalkan. Untuk itu dia berharap, dinas sosial dan pelaksana PKH harus lebih fokus lagi turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat agar pelaksanaan program PKH tersebut benar-benar tepat sasaran.

"Jangan hanya berdasarkan laporan, tetapi harus berdasarkan fakta di lapangan. Mungkin selama ini mereka (petugas PKH, red) hanya menerima data dari kepala desa (Kades) atau kepala dusun (Kadus) yang kadang-kadang ada nuansa politik dalam merekrut peserta penerima PKH ini. Kalau beda politik dengan Kades ataupun Kadus, meskipun warga tersebut susah, tidak didata sebagai peserta penerima PKH. Ini keluhan warga yang sering kita temui di lapangan. Cara ini salah dan tidak boleh terjadi lagi. Untuk itu kita harapkan ke depannya, pendataan peserta penerima PKH ini agar diperbaiki supaya benar-benar tepat sasaran," tegas Darma Wijaya. (T06/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments