Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Tuan Guru Batak Ahmad Syahban Alrahmani Rajagukguk Ajak Dai dan Ulama Bicara Persatuan dan Kebangsaan

Seminar Nasional Gerakan Dai Berkarakter Kebangsaan

Tuan Guru Batak Ahmad Syahban Alrahmani Rajagukguk Ajak Dai dan Ulama Bicara Persatuan dan Kebangsaan

admin Senin, 28 Januari 2019 16:27 WIB
SIB/Dok
Foto Bersama : Tuan Guru Batak, Ahmad Syahban Alrahmani Rajagukguk (nomor dua dari kanan) berfoto bersama dengan Ketua Jaringan Amar Ma'ruf Sumut, Ikhyar Velayati Harahap (nomor dua dari kiri) dan panitia lainnya di sela-sela Seminar Nasional Gerakan Dai Berkarakter Kebangsaan dengan tema Strategi dan Metode Dakwah Anti Hoax, di Ball Room Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, Minggu (27/1).
Medan (SIB)-Tuan Guru Batak, Ahmad Syahban Alrahmani Rajagukguk menyebut pekikan atau ucapan takbir harus bisa memersatukan umat. "Takbir itu indah, memersatukan," kata Ahmad Syahban Rajagukguk saat pembukaan Seminar Nasional Gerakan Dai Berkarakter Kebangsaan dengan tema "Strategi dan Metode Dakwah Anti Hoax", di Hotel Emerald Garden Medan, Minggu (27/1). Acara ini dihadiri sejumlah dai dari 7 kabupaten/kota di Sumut.

Tuan Guru menilai, ada pergeseran makna takbir saat ini. Bahkan, tidak jarang berpotensi membenturkan antar sesama umat Islam. Sehingga, ia merasa perlu meluruskannya.

Dia menginginkan agar saat ini para dai, alim ulama, tokoh agama berbicara tentang persatuan dan kebangsaan. Hal itu pun sudah dilakukannya saat menerima kunjungan tokoh nasional di persulukannya di Kabupaten Simalungun.

"Kemarin saya menerima kunjungan Pak SBY, dalam kesempatan itu tidak ada bicara politik. Tapi, kami bicara persatuan dan bangsa," terangnya.

Tuan Guru memrediksi bagaimana persatuan sesama umat bergama dan antar umat beragama akan kuat ketika tokoh agama, dai, ustadz bicara tentang kebangsaan dan persatuan. "Tuan Guru, dai, ustadz tidak cukup hanya bertasbih. Tapi bicara kebangsaan, persatuan agar memutar peradaban," ungkapnya.

Sementara Ketua Jaringan Amar Ma'ruf Sumut, Ikhyar Velayati Harahap menilai, situasi politik saat ini tengah masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Sebab sering bermunculan hoax atau berita bohong, fitnah yang berpotensi memecah belah sesama bahkan antar umat beragama.

Maka dari itu, dia merasa perlu para dai, alim ulama, tuan guru memberikan pandangan agar tensi politik yang terlanjur panas bisa menjadi sejuk kembali. "Di tengah situasi politik yang saling hujat, hoax dan fitnah, maka dibutuhkan masukan dai untuk memberikan informasi serta dakwah yang sejuk, menyatukan bangsa," katanya.

Dia mengatakan, politik identitas yang muncul saat ini telah membuat perpecahan di tengah masyarakat, mulai dari tingkat atas hingga yang paling bawah. Bahkan, polarisasi itu sudah sampai memberi cap kafir kepada sesama umat islam yang berbeda pilihan. "Kalau ini tidak diantisipasi dan direkatkan kembali, bisa saja 2019 Indonesia hanya tinggal nama. Yang bisa merekatkan ini semua adalah para dai, ulama, tuan guru," paparnya.(A11/c)

T#gs Tuan Guru Batak Ahmad Syahban Alrahmani Rajagukguk Ajak Dai dan Ulama Bicara Persatuan dan Kebangsaan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments