Sabtu, 14 Des 2019

Tol dalam Kota Tingkatkan Pelayanan Transportasi di Medan

admin Senin, 11 Maret 2019 11:13 WIB
SIB/Dok
Kepala Bappeda Sumut H Irman.
Medan (SIB) -Kota Medan sebentar lagi memiliki tol dalam kota yang terdiri dari tol khusus untuk kendaraan roda dua. Kehadiran ito itu nantinya akan menambah pelayanan kepada masyarakat, mengingat jumlah kendaraan di Kota Medan terus bertambah dan tidak seimbang dengan ruas jalan.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut H Irman. Menurutnya, keberadaan tol dalam kota akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.

Kehadiran tol dalam kota, katanya, akibat ketidakmerataan prasarana jalan yang memadai. "Jumlah penduduk yang terus bertambah mengakibatkan kepadatan lalu lintas di Medan semakin meningkat. Jumlah kepemilikan kendaraan saat ini juga lebih besar daripada jumlah penduduk Kota Medan," katanya menjawab wartawan, Minggu (10/3).

Perbandingan antara pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan inilah, menurut dia, maka secara langsung akan menyebabkan pertumbuhan volume lalu lintas baik di jalan nontol akan semakin pesat, sehingga diperlukan pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. "Panjang jalan tol dalam kota 30,97 Km, jumlah jalur 2x2 (mobil), 1x2 (sepeda motor). Tol dalam kota juga disediakan jalur khusus untuk sepeda motor seperti di Jalan Tol Bali dan Jembatan Suramadu," ujarnya.

Justru yang menjadi tantangan dalam pembangunan tol ini, adalah soal perizinan, pengadaan tanah dan pendanaan. Namun, hambatan itu tidak lagi jadi persoalan karena PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) siap membangun jalur khusus sepeda motor pada jalan tol kota tahun ini di Medan.

Diketahui, kata dia, jalan tol dalam kota yang dilengkapi lajur motor di Kota Medan rencananya akan dibangun sekitar Juni 2019. Jalur motor akan membentang di tol dalam kota sepanjang 11 Km menyusuri jalur Sungai Deli dari Maimun sampai ke Binjai.

Irman menambahkan, ide membangun jalur tol untuk motor ini berdasarkan Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 2009 revisi PP 15/2005 dengan ditambahkan satu ayat pada Pasal 38 soal ketentuan sepeda motor lewat jalan tol. "Saat ini hanya ada dua ruas tol khusus sepeda motor di Indonesia yaitu ruas Tol Suramadu dan Bali," ujarnya.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, pembangunan tol dalam kota sebenarnya sudah sesuai dengan masterplan Kota Medan. "Pemko Medan memang juga punya rencana yang hampir sama," katanya.

Menurutnya, masterplan rencana pembangunan tol Kota Medan sudah terkoneksi dengan yang direncanakan PT CMNP Tbk. Penambahan jalan baru itu diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang ada di Medan selama ini. "Di samping itu Pemko Medan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyediakan LRT untuk masyarakat Kota Medan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, DPRD Sumut lebih mendorong supaya Pemprovsu dan Pemko Medan memercepat infrastruktur LRT serta BRT. "Di Indonesia karena memang strategi perdagangan kita belum begitu kuat maka sepeda motor masih diberikan sebagai pengangkut orang. Kalau berkaca dari negara-negara di Asia seperti Cina, sepeda motor itu banyak dipakai untuk ekspedisi antarbarang dari satu wilayah ke wilayah lain," kata Ketua Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan.

Fungsi sepeda motor ke depan, kata dia, harus lebih ke arah sana. Untuk itu, perlu dikelola dengan baik transportasi massal seperti MRT, LRT dan juga BRT. Ke depan harus ada komitmen bersama antarpemerintah, DPRD, swasta dan masyarakat bahwa industri mesti digeser ke Deliserdang sehingga tidak lagi menumpuk di Kota Medan. (A11/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments