Selasa, 20 Agu 2019

Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang Tetap Jadi Pangsa Ekspor Terbesar Sumut

admin Rabu, 12 Juni 2019 18:45 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Sepanjang bulan April 2019, negara Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang merupakan pangsa ekspor terbesar di Sumatera Utara masing-masing-masing sebesar 102,19 juta dolar AS, 85,21 juta dolar AS dan 43,82 juta dolar AS.

"Kontribusi ekspor ketiga negara Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang mencapai 38,08%, ungkap Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara Syech Suhaimi didampingi Kabid Statistik Distribusi Bismark SP Sitinjak kepada wartawan, Selasa (11/6).

Disebutnya, sekitar 38,24% barang ekspor dari Sumut dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. Selain Tiongkok dan Jepang, India dan Bangladesh merupakan pangsa ekspor untuk kawasan Asia di luar ASEAN yakni sebesar 32,88 juta dolar AS dan 12,38 juta dolar AS.

Selama periode Januari-April 2019, sebutnya, negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor yakni Thailand sebesar 14,90 juta dolar AS (25,01%) dan Afrika Selatan sebesar 7,29 juta dolar AS (11,29%).

Secara keseluruhan, pada periode ini, ekspor ke sepuluh negara tujuan utama mengalami penurunan sebesar 7,73% dibanding periode Januari-April 2018, ujarnya.

Menyinggung nilai ekspor Sumatera Utara melalui pelabuhan muat di wilayah propinsi ini pada April 2019, sebut Syech, mengalami penurunan dibanding Maret 2019 yakni dari 658,20 juta dolar AS (Amerika Serikat) menjadi 607,12 juta dolar AS atau turun sebesar 7,76%. Namun bila dibandingkan bulan April 2018, ekspor Sumut mengalami penurunan sebesar 17,58%.

Ia mengatakan, kenaikan nilai ekspor Sumut pada April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada golongan karet dan barang dari karet (HS40) sebesar 12,31 juta dolar AS (13,94%), diikuti berbagai produk kimia (HS 38) sebesar 8,27 juta dolar AS (11,53 % dan kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) sebesar 5,28 juta dolar AS (14,68%).

Sedangkan penurunan ekspor terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar 64,35 juta dolar AS (-25,88%) dan tembakau (HS24) sebesar 7,34 juta dolar AS (-29,68%).

Nilai Impor
Sementara itu nilai impor Sumut April 2019 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar 417,41 juta dolar AS, atau naik sebesar 8,84%, dibandingkan bulan Maret 2019 yang mencapai 383,51 juta dolar AS. Bila dibandingkan dengan bulan sama tahun sebelumnya, nilai impor turun sebesar 8,44%.

Nilai impor April 2019 dibanding Maret 2019, barang modal naik sebesar 30,56%, bahan baku/penolong naik sebesar 3,54% dan barang konsumsi naik sebesar 36,64%.

Sementara itu, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar yakni plastik (HS 39) sebesar 7,59 juta dolar AS (30,69%), diikuti mesin pesawat mekanik (HS 84) sebesar 7,34 juta dolar AS (14,90%).

Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni bahan kimia anorganic (HS28) sebesar 7,17 juta dolar AS (-20,75%) diikuti ampas/sisa industry makanan (HS 23) sebesar 7,06 juta dolar AS (-22,20%).

"Nilai impor April 2019 dari Tiongkok terbesar yakni 106,49 juta dolar AS dengan perannya mencapai 25,51% dari total impor Sumut, diikuti Singapura 49,87 juta dolar AS (11,95%) dan Malaysia sebesar 42,58 juta dolar AS (10,20%). (M2/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments