Kamis, 06 Agu 2020

Tingkat Pengangguran Terbuka di Sumut Masih Tinggi

redaksi Sabtu, 07 Desember 2019 12:22 WIB
lombokita
Ilutrasi
Medan (SIB)
Sumatera Utara salah satu provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi dibandingkan dengan provinsi lain Hingga pertengahan 2019. Hal ini akibat lemahnya daya saing sehingga menghambat upaya untuk memperbaiki investasi.

"Padahal investor cenderung memilih daerah dengan daya saing yang lebih baik," kata Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat pada Pertemuan Tahunan BI 2019 di Medan, Kamis (5/12).

Acara tersebut hadir Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Kepala OJK Regional 5, Sumbagut Yusuf Anshori, Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi, pimpinan perbankan, para bupati, wali kota, kepala dinas dan stakeholder lainnya.

Disebutnya lemahnya daya saing merupakan bagian tantangan yang terjadi dalam perekonomian Sumut saat ini. Justru diperlukan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan.

Tahun 2020, katanya, prospek kinerja ekonomi Sumut masih menghadapi tantangan sehingga perlu ditingkatkan sinergitas, transformasi dan inovasi antar bidang pembangunan ekonomi di daerah ini.

Diakui, berbagai tantangan tersebut menjadi faktor penghambat dalam upaya mendorong dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi.

Paling tidak ada lima tantangan perekonomian utama dihadapi Sumut yang harus diatasi. Di antaranya, masih besarnya ketergantungan terhadap ekspor terkait komoditas perkebunan dan gejala berkurangnya kontribusi lapangan usaha industri pengolahan bagi perekomian.

Kemudian melihat potensi sumber daya alam cukup beragam, ekspor Sumut ke pasar luar negeri juga didominasi produk CPO dan karet olahan. Belum optimalnya efisiensi investasi dan masih rendahnya daya saing Sumut dibandingkan daerah lain.

Tantangan berikutnya, terbatasnya kemampuan fiskal serta tendensi backloading dan prosiklikalitas pada pola realisasi belanja daerah. Diperlukannya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Katanya, resiko tergerusnya daya beli masyarakat seiring dengan fluktuasi inflasi, khususnya inflasi kelompok bahan makanan (pangan). Karena itu, Sumut perlu memperkuat sinergi, transformasi, dan inovasi untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi," pinta Wiwiek. (M2/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments