Jumat, 06 Des 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Tim Pegasus Polrestabes Medan Bekuk Pencuri Uang Rp 200 Juta dari Brankas ATM BRI

Tim Pegasus Polrestabes Medan Bekuk Pencuri Uang Rp 200 Juta dari Brankas ATM BRI

admin Sabtu, 15 Desember 2018 14:40 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB)- Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk seorang tersangka pencuri uang Rp 200 juta dari brankas ATM Bank BRI Cabang Marindal, berinisial AHWH (30) warga Jalan Garu VIII Lingkungan X Kelurahan Harjo Sari, Medan Amplas.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/12) menjelaskan, terungkapnya aksi pencurian uang dalam brankas ATM di Jalan Sisingamangaraja, tersebut terjadi, Kamis (15/11) sekira 03.36 WIB. Selanjutnya Selamet Widodo selaku Kepala Cabang Medan PT Beringin Gigantara (Vendor Bank BRI) melaporkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan.

"Dalam laporan Selamet, Rabu (14/11) malam mesin ATM off line. Petugas perbaikan PT Beringin Gigantara, M Ikhsan dan Zulfirman tiba di lokasi pada Kamis (15/11) sekira pukul 03.00 WIB. Saat diperiksa brankas bawah tempat penyimpanan uang tidak dikunci dan tidak rusak. Selain itu uang Rp 200 juta di dalam kotak rak ke 2 dan 3 sudah raib," ujar Kasat.

Dengan adanya kejadian pencurian, itu lanjut Putu Selamet melaporkannya ke Polrestabes Medan. Tim Pegasus yang menerima laporan tersebut langsung melakukan cek TKP dan mengamankan rekaman CCTV di lokasi guna dijadikan barang bukti serta penyelidikan. Dari rekaman CCTV petugas berhasil mengungkap identitas seorang tersangka berinisial AHWH.

"Senin (11/12) sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka AHWH berhasil kita bekuk di Jalan Sisingamangaraja/Simpang Limun. Saat diinterogasi tersangka mengaku melakukan aksi pencuriannya bersama seorang temannya, N (DPO). Tersangka mengaku mendapat bagian Rp 100 juta dan uangnya digunakan untuk bermain judi poker," terangnya.

Lebih lanjut kata Putu, tersangka berikut barang bukti HP dan kartu ATM BRI diboyong Tim Pegasus ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif.

"Dari hasil pemeriksaan AHWH merupakan mantan residivis kasus narkoba pada 2008 dan mendekam di LP Tanjung Gusta Medan selama 3 tahun. Dan juga pernah dipenjara selama 1 tahun 6 bulan, karena terlibat kasus pencurian pada 2016," pungkasnya. (A16/c)

Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments