Sabtu, 25 Mei 2019

Tikus Besar Merajalela di Kutalimbaru, Anak Ayam dan Itik Sering Dimangsa

admin Rabu, 15 Mei 2019 10:41 WIB
Ilustrasi
Tikus
Medan (SIB) -Hama tikus besar sejenis tikus got alias bagudung makin merajalela di rumah-rumah warga terutama di kandang-kandang ternak unggas (ayam, itik dan burung) di kawasan Kutalimbaru-Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang.

Kepala Dusun VII Desa Sampecita,Kecamatan Kutalimbaru, RS Barus yang menerima keluhan sejumlah warga peternak tradisional menyebutkan, serangan hama tikus itu mengakibatkan sejumlah warga terpaksa menjual ternak ayam atau itik, karena tikus itu sering memangsa anak-anak ayam atau anak itik.

"Semula warga mengira ternak-ternak ayam atau itik itu mati karena serangan semacam wabah yang selama ini disebut 'musim penyakit ayam'. Tapi ketika ada warga yang terbangun di malam hari saat mendengar ayam-ayamnya ribut berkotek-kotek. Ternyata belasan tikus besar sudah masuk kandang memburu dan memangsa ayam-ayam. Ada ayam yang masih hidup walau sudah terluka dan tercabik-cabik digigit tikus, ada anak ayam yang sudah diterkam dan dilarikan tikus keluar dari arah pojok kandang, dan esok paginya tampak sejumlah bangkai dengan kondisi tercabik-cabik di dalam maupun luar kandang," kata Barus kepada SIB dan warga, di Desa Bumi Tuntungan, Selasa (14/5).

Thomas Barus dan Abeh Nasution adalah sebagian warga pemelihara ayam di desa tersebut, yang juga mengalami hal serupa. Mereka mengungkapkan, hama tikus-tikus itu kini tampak lebih sadis dari anjing dan kucing yang selama ini gemar memangsa anak ayam atau anak itik, khususnya yang baru menetas.

Hal senada disebutkan Sebayang, pedagang pakan ternak yang kini juga menjual sangkar-sangkar burung dan meja box untuk kandang ayam (yang bisa diangkat-pindah). Menurut Sebayang, banyak warga belakangan ini terpaksa beli sangkar atau kandang untuk keamanan ternak ayam-itiknya, terutama di malam hari.

"Jelang malam hari, anak-anak ayam itu terpaksa dimasukkan ke dalam sangkar burung, lalu digantung hingga satu meter agar tak terjangkau tikus-tikus. Ngeri juga melihat anak bebek atau anam ayam yang kakinya atau sayapnya tinggal sebelah. Ada yang langsung mati karena kepalanya terpenggal diterkam tikus," kata Sebayang di tokonya ketika melayani seorang warga yang membeli sangkar burung untuk tempat anak-anam ayam ternaknya.

Saat ini, warga dari kalangan pemelihara ternak ayam atau itik di desa setempat, tengah mengupayakan tangkal hama tikus-tikus tersebut. Ada juga warga yang membeli oli-oli bekas untuk disiramkan di sekeliling kandang, terutama di tempat keluar masuk tikus. Ada juga yang pasang perangkap, juga buat obor atau semacam lampu sumbu di tengah-tengah kandang. (M04/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments